Berita Kendal
360 Santri Kendal Tujuan Ponpes Lirboyo Kediri Wajib Rapid Test Sebelum Berangkat
Sebanyak 360 santri asal Kabupaten Kendal yang hendak berangkat ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur menjalani rapid test.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL – Sebanyak 360 santri asal Kabupaten Kendal yang hendak berangkat ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur menjalani rapid test di halaman Stadion Utama Kendal, Minggu (5/7/2020).
Para santri tersebut menjalani rapid test dan mendapatkan bukti kesehatan dari Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kabupaten Kendal.
Setelah menjalani rapid test gratis bersama, semua santri diberangkatkan menggunakan delapan bus yang telah disediakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kendal.
• 47 Orang Meninggal Kecelakaan di Sragen, Ini Kata AKP Sugiyanto
• Dewi Perssik Bentak Angga Wijaya: Suami Kok Diem Saja Saat Saya Dipojokkan
• Ayu Ting Ting Bingung, Ayah Ojak Sering Menangis Setelah Tak Lagi Berkerja
• TNI dengan Mudah Lumpuhkan Pasukan AS yang Bertubuh Besar, Pentagon Menyebutnya Pakai Ilmu Hantu
Bupati Kendal Mirna Annisa, mengatakan, dirinya berpesan kepada para santri supaya tetap menjalani proses pembelajaran dengan baik di pondok pesantren.
Selain itu, ia juga berpesan agar para santri tetap menjaga komunikasi yang baik dengan keluarga maupun pemerintah kabupaten.
Hal tersebut perlu dilakukan guna dilakukan pemantauan dengan baik kepada masyarakat Kendal yang berada di wilayah Kendal maupun luar daerah.
"Tetap jalin komunikasi baik dengan keluarga dan pemerintah, ini penting. Sehingga, jika nanti ada yang diperlukan kami bisa membantu. Selain itu saya pesan kepada para santri, harus tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan rajin cuci tangan dan memakai masker," ujar Mirna.
Ketua Baznas Kendal, Ubaidillah, mengatakan keberangkatan santri Kendal kali ini merupakan yang terbesar. Pihaknya bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten untuk menyediakan sarana dan prasarana dalam proses pemberangkatan, termasuk armada khusus guna menghindari angkutan umum.
"Keperluan konsumsi dan penyelenggaran rapid sepenuhnya berasal dari pemerintah, sedangkan Baznas memenuhi kebutuhan transportasi," tuturnya.
Sementara itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak pengurus Pondok Lirboyo untuk mengatur protokol kesehatan selama belajar di sana. Termasuk menyediakan ruang karantina bagi santri yang datang dari luar daerah dengan zona merah.
"Untuk karantina dan lain-lain semua diatur oleh pihak pondok pesantren. Petugas Dinas Kesehatan juga sudah lakukan sterilisasi bus yang membawa para santri dengan cairan desinfektan untuk menambah rasa aman semuanya," terangnya. (Sam)
• Uji Nyali Golkar Usung Kader Sendiri di Pilkada Blora 2020, Ini Sosoknya
• Tempat Wisata Kabupaten Semarang Mulai Dibuka Bulan Agustus 2020
• Teman Kuli Panggul Klaster Pasar Kobong Semarang Positif Corona Dinyatakan Sembuh di Sragen
• Ini Alasan Rasio Diterima Kuliah di Universitas Negeri Semakin Menyempit
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/santri-kendal-yang-akan-menuntut-ilmu-di-ponpes-lirboyo.jpg)