New Normal 2020
103 Destinasi Wisata Jateng Dibuka, PHRI Jateng Minta Hotel Terapkan Protokol Kesehatan secara Ketat
Hotel-hotel di Jawa Tengah siap menyambut era new normal. Setelah sempat tutup karena pandemi Covid-19, sejumlah hotel di Jawa Tengah telah bersiap un
Penulis: Ruth Novita Lusiani | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Hotel-hotel di Jawa Tengah siap menyambut era new normal. Setelah sempat tutup karena pandemi Covid-19, sejumlah hotel di Jawa Tengah telah bersiap untuk kembali beroperasi.
Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jateng, Benk Mintosih mengatakan, saat ini hotel-hotel di bawah naungan PHRI Jateng 99 persen sudah siap untuk menghadapi era new normal. Pengoperasian hotel pada era adaptasi kebiasaan baru, dengan menerapkan protokol kesehatan, mulai dari pengecekan suhu tubuh tamu hotel dan karyawan dengan thermogun, penyediaan hand sanitizer, penggunaan face shield, serta penerapan physical distancing.
“Tingkat okupansi hotel-hotel di Jateng beberapa waktu lalu sempat berada di angka 3-6 persen. Dalam kondisi tersebut bahkan ada beberapa hotel yang memilih tutup sementara untuk menekan pengeluaran," kata Benk dalam diskusi Tribun Forum, Rabu (8/7).
Selain Benk, diskusi yang dimoderatori oleh Redaktur Ekonomi Tribun Jateng, Arief Novianto, itu juga menghadirkan dua pembicara lainnya. Kedua pembicara itu, yakni Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jateng, Sinoeng Nugroho Rahmadi; serta pelaku pariwisata, Solichoel Soekaemi. Diskusi itu disiarkan secara online melalui akun Instagram: @tribunjateng dan Facebook: tribunjateng.com.
Benk menyampaikan, setelah Lebaran dan memasuki era new normal, tingkat okupansi hotel mulai perlahan naik. Berkait dengan itu, Benk mengungkapkan, karyawan hotel di Jateng yang semula sempat "dirumahkan", 70 persen di antaranya sudah mulai dipekerjakan kembali.
"Bahkan di awal bulan Juli ini ada yang okupansinya sudah mencapai 50 persen,” ungkap Benk.
Benk menilai di dalam era new normal ini, sektor pariwisata yang termasuk bisnis perhotelan di dalamnya, harus berlaku tegas kepada tamu. Ia mengatakan, penting untuk menggencarkan imbauan kepada tamu hotel untuk “No Masker No Entry”.
"Tamu hotel yang hendak menginap dalam kurun waktu yang lama juga perlu secara tegas diminta melampirkan surat kesehatan sebelum menginap," katanya.
Menurutnya, kendala yang dihadapi sektor perhotelan saat ini yakni masih sulitnya untuk mengedukasi tamu hotel untuk tetap mengikuti protokol kesehatan. Pada masa pandemi saat ini, Benk menuturkan perlu adanya kesadaran yang dibentuk dari masing-masing orang, baik bagi tamu hotel maupun karyawan.
"Semua pihak dirasa harus saling bahu-membahu dengan mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19," katanya.
Dia menambahkan, dengan melihat situasi saat ini, para pelaku bisnis perhotelan perlu patuh pada protokol kesehatan. "Jangan sampai nantinya perhotelan menjadi klaster baru penyebaran virus Covid-19,” terangnya.
Di sisi lain untuk kegiatan meeting, incentive travel, conference, exhibition (MICE), kata Benk, perhotelan dengan mengikuti peraturan pemerintah. "Hotel di Jateng akan memberlakukan penggunaan ruangan dengan dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan," kata Benk, yang juga General Manager Star Hotel.
Simulasi
Sementara itu, Disporapar Jateng meminta, pengelola destinasi wisata di Jawa Tengah menggelar simulasi, sebelum kembali beroperasi. Simulasi itu antara lain untuk memastikan bahwa pembukaan destinasi wisata berpedoman pada protokol kesehatan, demi mencegah penyebaran Covid-19.
“Bagi tempat wisata yang beberapa waktu lalu sempat vacuum sementara, untuk dapat beroperasi kembali pastikan sudah menyediakan sarana prasana untuk menerapkan protokol kesehatan kemudian juga melakukan simulasi,” ucap Kepala Disporapar Jateng, Sinoeng Nugroho Rahmadi.
Sinoeng mengatakan, simulasi pembukaan kembali destinasi pariwisata tersebut juga perlu dipublikasikan kepada masyarakat, dengan diunggah melalui sosial media pengelola destinasi. "Dengan begitu, masyarakat bisa memperoleh garansi bahwa destinasi pariwisata yang dikunjungi aman, bersih, dan nyaman," katanya. (ute)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/seorang-pesepeda-bersepeda-di-kawasan-kota-lama-semarang-beberapa-waktu-yang-lalu.jpg)