Berita Tegal
Hari Pertama Masuk Sekolah, Siswa Baru di MTSN 2 Tegal Hanya Diminta Nomor Telepon
Siswa baru di beberapa sekolah baik dari tingkat SD/MI, SMP/MTS, dan SMA/SMK, khususnya di Kabupaten Tegal, hari Senin (13/7/2020) berangkat ke sekola
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI -
iswa baru di beberapa sekolah baik dari tingkat SD/MI, SMP/MTS, dan SMA/SMK, khususnya di Kabupaten Tegal, hari Senin (13/7/2020) berangkat ke sekolah untuk pertama kalinya. Hal ini, seperti yang terlihat di MTS N 2 Tegal pagi tadi.
Siswa terlihat sudah mengenakan masker ketika akan memasuki halaman sekolah dan diantar oleh orangtua mereka.
Tidak lupa, pihak sekolah juga sudah menyediakan tempat cuci tangan pakai sabun, Handsanitizer, termogan, dan pengaturan jarak antar siswa.
• Respons Patriark Theodore II Atas Masjid Hagia Sophia Turki: Menambah Duri Besar Lain
• Soal Reklamasi Ancol Menempel Daratan, Ahok: Sekarang Reklamasi Pantai Jadi Boleh
• Kota Solo Sudah Zona Hitam Virus Corona, Ini Arti Zona Hitam hingga Respons Ganjar
• Kapal Perang Amerika Serikat Meledak Misterius, 17 Pelaut Terluka
Ketika di dalam kelas, siswa juga terlihat mengenakan faceshield begitu juga dengan guru yang tetap mengenakan masker.
Kepala Sekolah MTS N 2 Tegal, Muh. Muntoyo menuturkan, semua siswa yang masuk pada hari ini adalah siswa kelas 7 dan kegiatannya hanya sekilas pengenalan sekolah, sekaligus meminta nomor telepon siswa untuk memudahkan proses belajar daring.
"Hari ini siswa kelas 7 berangkat hanya untuk mendata nomor telepon. Adapun jumlah siswa per kelas dibatasi hanya 16 siswa karena dibagi menjadi dua kelas," ujar Muntoyo, pada Tribunjateng.com, Senin (13/7/2020).
Adapun total siswa kelas 7 di MTS N 2 Tegal ini ada 448 siswa yang terbagi menjadi 14 kelas.
Dengan per kelas dibagi menjadi dua yaitu misal jumlah satu kelas ada 32 siswa, maka dibagi dua menjadi masing-masing kelas ada 16 siswa.
Sedangkan untuk siswa kelas 8 dan 9 masih belajar secara daring di rumah. Mengingat status di Kabupaten Tegal belum zona hijau.
"Untuk memudahkan siswa dalam belajar secara daring di rumah, kami memberikan pulsa kuota internet secara rutin setiap bulan. Tidak hanya bagi seluruh siswa, guru juga mendapatkan jatah kuota. Dengan nominal kuota untuk siswa Rp 25 ribu dan guru Rp 100 ribu per bulan memanfaatkan dana Bos," terangnya.
Muntoyo menegaskan, kuota tersebut digunakan siswa dan guru untuk memudahkan proses pembelajaran selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Jadi memang semuanya pasti dapat jatah kuota setiap bulan.
"Kami memudahkan siswa selama proses PJJ dengan memberikan jatah kuota rutin setiap bulan. Harapannya ya siswa bisa lebih semangat belajar dan orangtua juga bisa memantau di rumah," katanya.
Sementara itu, ditemui saat mengantar anaknya ke sekolah, Eli (35) mengatakan, hari pertama masuk ke sekolah anaknya sudah diimbau dari pihak sekolah untuk membawa bekal sendiri dari rumah.
Selain itu jangan lupa mengenakan masker dan menyediakan Handsanitizer juga.