Berita Pekalongan
Kebakaran Penggilingan Padi Pekalongan Masih Jadi Misteri, Polisi Putar Otak Selidiki Penyebabnya
Polisi menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan bangunan tempat penggilingan padi di Desa Kedungjaran, Kabupaten Pekalongan.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Polsek Sragi bersama dengan Tim Inafis Sat Reskrim Polres Pekalongan, menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan bangunan tempat penggilingan padi atau ricemill yang terjadi di Desa Kedungjaran, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (13/7/2020).
Kasubag Humas Polres Pekalongan AKP Akrom mengatakan, bahwa kebakaran tersebut terjadi sekira pukul 06.00 WIB.
"Pertama kali kejadian tersebut diketahui oleh 2 orang warga yang hendak pergi ke sawah dan kebetulan dekat dengan TKP."
"Saat sedang melintas kedua warga itu melihat kobaran api yang berada diatap tempat penggilingan tersebut," kata AKP Akrom saat dihubungi Tribunjateng.com.
• Pedagang Kain Solo Teriak Banyak Suplier Surabaya Bebas Masuk BTC: Mereka dari Zona Hitam Corona!
• Gempa Selatan Jawa 13 Juli 2020 Bersebelahan Gempa 8.1 M 23 Juli 1943, Pernah Bikin 213 Orang Tewas
• Ketua KPU Diduga Selingkuh Langsung Diberhentikan: Tak Bisa Jaga Kehormatannya
• Ganjar Pranowo Marahi Bupati Brebes Ikut Gowes Massal dan Dangdutan: Ada Kades Lapor Saya
Menurutnya, dari hasil keterangan pemilik penggilingan padi bahwa titik api yang menjalar dari bangunan sebelah timur ricemill.
Kemudian, pintu tempat penggilingan padi dalam keadaan terkunci dan terakhir beroperasi sekitar 4 hari yang lalu.
"Bahwa kejadian tersebut belum diketahui penyebab kebakaran. Dibangunan tersebut juga tidak adanya arus listrik yang mengalir," ujarnya.
AKP Akrom menambahkan, adanya kejadian ini pemilik penggilingan padi mengalami kerugian senilai Rp 205 juta.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran terjadi di tempat penggilingan padi yang ada di Desa Kedungjaran, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (13/7/2020).
Butuh waktu yang cukup lama dalam penanganan kejadian ini, yakni sekitar 2,5 jam lamanya.
Petugas Damkar Kabupaten Pekalongan Suyodo mengatakan kebakaran di tempat penggilingan padi atau ricemill ini sekitar pukul 05.30 WIB.
"Kami mendapatkan laporan dari perangkat desa, bahwa ada kebakaran di ricemill. Kemudian, perangkat desa langsung menghubungi damkar."
"Kami menerjunkan dua unit mobil damkar, dengan masing-masing satu unit mobil damkar kapasitas air 5.000 liter," kata Suyodo saat dihubungi Tribunjateng.com.
Menurutnya, butuh waktu 2,5 jam untuk memadamkan api di ricemill.
Kemudian, informasi yang diperoleh dari pemilik ricemill Rahono (65) bahwa titik api diduga muncul dari bangunan ruang sebelah timur ricemill.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kebakaran-penggilingan-padi-pekalongan.jpg)