Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PT Semen Gresik

Ikut Nguri-nguri Seni Budaya Tradisional, Kikis Dampak Negatif Gadget

Upaya pemberdayaan anak-anak muda desa sekitar perusahaan yang dilakukan PT Semen Gresik juga diwujudkan melalui progam Sanggar Seni Semen Gresik.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Semen Gresik mengajak anak-anak muda di desa sekitar perusahaan terlibat aktif dalam pelestarian seni budaya lokal 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Upaya pemberdayaan anak-anak muda desa sekitar perusahaan yang dilakukan PT Semen Gresik juga diwujudkan melalui progam Sanggar Seni Semen Gresik.

Lewat progam ini, Semen Gresik mengajak anak-anak muda di desa sekitar perusahaan terlibat aktif dalam pelestarian seni budaya lokal.

Dampak negatif penggunaan gadget di kalangan anak muda juga berusaha diredam. A

nak-anak muda itu bahkan BUMDes setempat juga ikut mendapat keuntungan ekonomi dari kegiatan itu.

Seperti apa?

Suara Ria Wahyu Wibowo (23), terdengar menggebu saat menceritakan aktivitas anak-anak Sanggar Singo Wahyu Wibowo yang ada di Desa Pasucen, Gunem, Rembang.

Sebelum pandemi Covid-19, tiap akhir pekan, biasanya puluhan remaja dan pemuda tanggung berusia 15 – 19 tahun dari sejumlah desa di Kecamatan Gunem seperti Desa Pasucen, Suntri, Tegaldowo, Timbrangan maupun kecamatan tetangga semisal Bulu, Sale (Rembang) bahkan ada juga dari Kabupaten Blora itu berkumpul di sanggar yang terletak di belakang Balai Desa Pasucen itu.

Aktivitas yang dilakukan beragam.

Mulai dari latihan gamelan, tari jathilan hingga memperbaiki peralatan yang rusak.

Usai latihan, mereka jagongan di rumah Bowo (panggilan akrab Ria Wahyu Wibowo) yang lokasinya tak jauh dari Balai Desa Pasucen.

Menurut Bowo, jika ditotal anggota sanggar sebenarnya sekitar 40 orang.

Namun yang sering latihan sekitar 25 orang.

Sebab anggota sanggar lainnya rumahnya memang terlalu jauh seperti Bojonegoro dan Tuban, Jawa Timur.

Anggota yang seperti ini biasanya kumpul saat akan ada pertunjukan.

“Tawaran manggung sebenarnya masih banyak, ada yang dari Rembang, Blora bahkan Jawa Timur. Tapi karena sekarang masih pandemi Covid-19, maka aktivitas yang kita lakukan membersihkan peralatan. Semoga pandemi segera berakhir sehingga kami bisa manggung lagi,” harap Bowo.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved