Berita PSIS Semarang
Agar tak 'Mlocot-Mlocot' Bek PSIS Bakal Lebih hati-hati Main saat Menjamu Lawan di Stadion Citarum
Seperti diketahui, Stadion Citarum merupakan satu-satunya stadion klub Liga 1 yang beralaskan rumput sintetis atau buatan
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bek kiri PSIS Semarang, Frendi Saputra merespon kabar terkait tim yang ia bela bakal menggunakan Stadion Citarum sebagai homebase klub dalam lanjutan kompetisi Liga 1 2020.
Seperti diketahui, Stadion Citarum merupakan satu-satunya stadion klub Liga 1 yang beralaskan rumput sintetis atau buatan.
Menurut kabar terbaru dari operator kompetisi, Liga 1 2020 akan di gelar mulai 1 Oktober mendatang hingga 28 Februari 2021.
Seluruh pertandingan akan dipusatkan di Pulau Jawa dan digelar tanpa penonton.
• Istri Positif Corona Tetap Jualan Ayam di Pasar, Tak Mau Isolasi, Suami Sebut Sakit karena Setan
• BREAKING NEWS: Mayat Pria Bersimbah Darah Ditemukan di Klego Pekalongan, Pisau Menancap di Ranting
• Promo Superindo Hari Kerja 13-16 Juli 2020, Diskon Sabun Buah hingga Ikan Segar, Simak Daftarnya
• Raffi Ahmad Makan Steak Hingga Rp 135 Juta, Pemilik Resto Gratiskan 1 Porsi untuk Followers Raffi
Di balik mulusnya lapangan sintetis dari pandangan mata, rupanya menyimpan sisi lain yang membuat pesepakbola lebih berhati-hati.
Hal tersebut diungkapkan Frendi.
Pemain asal Punggur, Lampung Tengah ini mengatakan bermain di lapangan sintetis rentan lecet pada saat terjatuh ataupun menjatuhkan diri.
Apalagi sebagai pemain berposisi bek, harus rajin melakukan tekel pada saat lawan berusaha menginvasi area pertahanan.
"Pemain belakang juga kalau mau sleding ini juga harus mikir-mikir kalau di sintetis. Mlocot-mlocotnya (Lecet-red) sangat rentan," kata Frendi kepada Tribunjateng.com.
Oleh sebab itu, ia mengatakan bermain di lapangan sintetis harus lebih berhati-hati.
"Ya, bermain di lapangan sintetis memang ada perbedaan.
Memang perlu adaptasi di sana juga.
Saya merasakan sih beda, gerakan-gerakan yang mendadak itu lebih sulit kalau di lapangan sintetis.
Harus lebih hati-hati karena lapangannya kan keras," katanya.
Meski demikian, Frendi mengaku tak mempermasalahkan jika memang manajemen Mahesa Jenar memutuskan Stadion Citarum sebagai homebase tim
. Walau, seperti diketahui, PSIS memiliki alternatif stadion lain.
Semisal, Stadion Kebondalem, Kendal yang belum lama ini lapangannya baru saja selesai direnovasi.
"Aliran bolanya lebih lambat dibanding di lapangan alami.
Tidak ada masalah kalau memang manajemen memilih lapangan di Citarum.
Tapi kalau memungkinkan bisa di Kendal menurut saya juga bagus.
Karena lapangan di sana juga sudah selesai diperbaiki dan di sana lapangan rumput alami," kata pemilik nomor punggung 16 ini. (*)