Berita Internasional

Nama Indonesia Tercoreng, Sepeda Kemanusiaan Brompton Seri Wheels for Heroes Malah Diperjualbelikan

Brompton secara khusus akan memburu pencuri sepeda Seri Wheels for Heroes.

Editor: galih permadi
ISTIMEWA
Sepeda untuk Kemanusiaan Malah Diperjualbelikan di Indonesia. Brompton Secara Khusus akan Memburu Pencuri Brompton Seri Wheels for Heroes 

TRIBUNJATENG.COM - Brompton secara khusus akan memburu pencuri sepeda Seri Wheels for Heroes.

Sepeda WFH tersebut untuk kemanusiaan malah diperjualbelikan di Indonesia.

Nama Indonesia tengah menjadi sorotan produsen Brompton setelah sepeda Wheels for Heroes (WFH) mereka dijual di platform jual beli di Indonesia.

Update Virus Corona Kota Semarang Jumat 17 Juli 2020, Pedurungan Tertinggi Kedua Tembalang

Soal Rekomendasi Gibran, Rudy Klaim Semua Kader Partai PDIP Solo Tegak Lurus: Ora Manut Tak Keplaki

Penyebab Lesti dan Rizki DAcademy Putus Terungkap, Nikita Mirzani Tersentak Kaget: Terlalu Berat

Perangkat Desa Ancam Tak Akan Serahkan Bansos Covid-19 jika Warga Tak Beri Uang

Tak ayal, kabar ini bukan hanya mencoreng nama Indonesia, tapi juga mengejutkan di tengah komunitas pencinta sepeda Brompton di Indonesia.

Bayangkan saja, sepeda yang dibuat khusus untuk suatu tujuan kemanusiaan, malah diperjualbelikan.

Brompton bahkan mengaku akan memburu sepeda curian tersebut yang sempat terlacak ditawarkan di platform jual beli online di Indonesia pada akhir Juni 2020.

Sepeda tersebut memiliki arti penting bagi Brompton, karena itu adalah satu dari 1.000 sepeda yang khusus diproduksi dalam program Wheels for Heroes (WFH) dan tidak diperjualbelikan.

Pembuatan 1.000 sepeda tersebut menggunakan biaya dari aksi penggalangan dana untuk membantu para pekerja medis di Inggris yang berjuang di garis depan melawan pandemi Covid-19.

Kegaduhan di tengah komunitas pencinta Brompton di Indonesia berawal ketika ada surat dari pihak Brompton untuk komunitas pemilik sepeda Brompton di Indonesia, yang diwakili oleh Brompton Owner Group Indonesia ( BOGI).

Founder BOGI, Baron Martanegara, sebagai penerima surat, meneruskan surat tersebut melalui jejaring grup BOGI di Facebook pada 15 Juli 2020, hingga bisa dibaca oleh semua anggota komunitas.

Dalam surat itu disebutkan, Brompton mengidentifikasi, iklan penjualan itu dilakukan bukan oleh penjual resmi di situs jual beli online.

"Kami hendak memberikan pengumuman bahwa sepeda yang diiklankan di Indonesia tersebut adalah sepeda curian dari seorang pekerja kesehatan di Inggris," demikian bunyi kalimat dalam surat tersebut.

Disebutkan, pekerja kesehatan tersebut menggunakan Brompton WFH, yang dibuat dari aksi penggalangan dana untuk kemanusiaan.

Sepeda tersebut kini sudah didaftarkan dalam daftar sepeda curian di Inggris.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved