Virus Corona Jateng
Bandungan Semarang Satu-satunya Wilayah Masuk Zona Risiko Tinggi Corona
Camat Bandungan Anang Sukoco meminta kepala desa yang ada di Kecamatan Bandungan membuat peraturan desa
Penulis: akbar hari mukti | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Camat Bandungan Anang Sukoco meminta kepala desa yang ada di Kecamatan Bandungan membuat peraturan desa untuk menekan penyebaran corona di wilayahnya.
Menurutnya dengan cara itu, bisa menekan kasus corona di Bandungan.
"Kami di setiap sosialisasi, juga meminta kades dan lurah aktif membuat ide-ide kegiatan serta peraturan untuk menekan corona di Bandungan," jelas Anang, di sela pembagian masker di Pasar Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (19/7/2020) siang.
• 10 Puisi Sapardi Djoko Damono: Hujan Bulan Juni hingga Yang Fana Adalah Waktu
• Suami Kinem Penderita Kanker Boyolali Minta Maaf, Akui Terima Donasi tapi Dibelikan Motor & Sapi
• Pedagang Wonosobo Tertipu Orderan Pisang Kepok 1 Pikap, Pemesan Mengaku-ngaku Warga Kendal
• Ini Daftar Harga Terbaru Ponsel Samsung Bulan Juli 2020, Ada HP Seharga Motor
Untuk tingkat kecamatan, Anang menjelaskan beberapa kegiatan menekan penyebaran corona mulai diaktifkan kembali.
Di antaranya mengaktifkan lagi penyemprotan disinfektan, menegur masyarakat yang tak menggunakan masker saat berada di tempat umum di Bandungan, hingga pembagian disinfektan.
Ia juga menjelaskan pihaknya segera mengaktifkan gerakan 3 jaman.
Yakni gerakan semua masyarakat Bandungan dan warga luar wilayah yang berkunjung ke Bandungan untuk cuci tangan dengan sabun dan air mengalir di tiga jam yang ditentukan.
"Yakni pukul 9 pagi, 12 siang, dan 15.00 semua warga tanpa terkecuali harus cuci tangan, apapun kegiatan yang sedang mereka lakukan di Bandungan," ungkapnya.
Anang mengatakan, gerakan serentak ini dilakukan agar bisa menekan penyebaran corona di Bandungan.
Hingga saat ini, Bandungan masih menjadi satu-satunya wilayah di Kabupaten Semarang yang masuk zona risiko tinggi corona.
Sebab dari 35 kasus secara kumulatif, ada satu pasien dirawat, 19 orang menjalani isolasi, 11 orang sembuh, dan empat lainnya meninggal dunia.
"Teguran ke masyarakat yang berkunjung tak menggunakan masker, menyasar pedagang dan pengunjung pasar."
"Tapi juga kami menegur pengendara mobil dan kendaraan roda dua yang hendak menuju Bandungan yang tak menggunakan masker," papar Anang.
Terkait pembukaan tempat pariwisata di Bandungan, Anang menjelaskan saat ini Pemkab Semarang masih melakukan uji coba tahap satu selama dua minggu.
Untuk uji coba pembukaan tempat hiburan malam di
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pembagian-masker-oleh-tim-kecamatan-bandungan.jpg)