Sempat Viral Beli Martabak Naik Lamborghini, Begini Nasib Henry Indraguna di Pilkada Sukoharjo
Bahkan sebagai kader partai banteng moncong putih itu, dia wajib mendukung dan memenangkan EA
TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Pengacara artis yang berkali-kali viral, Henry Indraguna harus pupus tidak mendapatkan rekomendasi dari PDIP di Pilkada Sukoharjo.
Kini, Henry yang sempat viral karena membeli martabak ke warung milik Gibran Rakabuming Raka dengan mobil mewah Lamborghini itu tetap legawa menerima kenyataan.
Menurut sosok yang mencalonkan diri sebagagi Bakal Calon Bupati Sukoharjo itu, rekomendasi yang jatuh ke pasangan Etik Suryani - Agus Santosa (EA) untuk maju dalam Pilkada Sukoharjo 2020 adalah terbaik di partainya.
Bahkan sebagai kader partai banteng moncong putih itu, dia wajib mendukung dan memenangkan EA.
• Nurhayati Sering Mendengar Suara Aneh Dari Rumah Kosong Janda yang Dibunuh Anaknya, Ini Pengakuannya
• Mata Denada Berkaca-kaca saat Ungkap Alasan Tolak Niat Baim Wong Bantu Pengobatan Aisha Putrinya
• 5 Berita Populer: Hana Hanifah Terjerat Prostitusi Online hingga Palestina Hilang Dari Google Maps
• Promo Superindo Hari Kerja 20-23 Juli 2020, Diskon Berbagai Produk, Ini Daftarnya
Duet Henry Indraguna dan Puguh Sutarto saat menghadiri deklarasi relamawan di Grogol, Sukoharjo, Rabu (12/2/2020). (TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI)
Pria yang akrab dengan jargon "kowe meneh kowe meneh" berharap besar kepada EA bisa membawa konsep perubahan untuk Sukoharjo.
"Saya harap EA bisa membawa perubahan besar, dan menjadikan Sukoharjo Kabupaten terbaik di Indonesia," katanya kepada TribunSolo.com, Minggu (19/7/2020).
Ia berharap EA mampu membuat terobosan dibidang ekonomi, dari commerce menjadi e-commerce.
Hal itu untuk kemajuan ekonomi dan prospek ekonomi ke depan.
"Sehingga programnya nanti juga bisa dirasakan oleh anak cucu kita," jelasnya.
Namun Henry tidak memungkiri jika bidang ekonomi akan menjadi tantangan yang cukup besar bagi EA.
Hal tersebut tak lepas dari menurunnya perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19.
Sehingga itu menjadi PR besar yang harus diselesaikan bupati dan wakil bupati terpilih nanti.
"Jadi harus bisa melindungi masyarakatnya dalam kasus Covid-19, jangan sampai kasus semakin banyak, kasian."
"Lalu memulihkan perekonomian, karena banyak ekonomi yang hancur, jadi harus bisa membangkitkan perekonomian," jelasnya.