Breaking News:

New Normal 2020

Bank-bank Besar Mulai Gencarkan Ekspansi Kredit Memasuk Semester II

Bank di kelas bank umum kegiatan usaha (BUKU) 4 tak mau lama-lama terpukul pandemi. Mulai awal semester II ini, bank-bank besar kembali menggelar eksp

tribunjateng/dok
FOTO DOKUMEN pelayanan di Bank BNI 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Bank di kelas bank umum kegiatan usaha (BUKU) 4 tak mau lama-lama terpukul pandemi. Mulai awal semester II ini, bank-bank besar kembali menggelar ekspansi kredit, guna kembali menggeliatkan ekonomi, seiring dengan melandainya permintaan restrukturisasi.

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), Herry Sidharta mengatakan, perseroan bakal mengoptimalkan segmen UMKM dan konsumer untuk berekspansi.

“Untuk tahun ini, dengan kondisi makro pascapandemi, proyeksi kami ekspansi memang tak akan sekencang tahun-tahun sebelumnya, hanya single digit growth. Segmen yang akan kami fokuskan di usaha kecil dan konsumer,” katanya, kepada Kontan, akhir pekan lalu.

Di segmen usaha kecil, Herry menuturkan, BNI akan mengandalkan program kredit usaha rakyat (KUR). Adapun di segmen consumer adalah produk payroll loan kepada lembaga pemerintah, perusahaan pelat merah, maupun swasta.

Menurut dia, hingga Mei 2020 dua segmen tersebut bersama segmen korporasi masih menopang pertumbuhan kredit BNI yang tercatat mencapai Rp 540,4 triliun, dengan pertumbuhan 7,4 persen year on year (yoy).

“Untuk korporasi kami akan sangat selektif, terutama yang punya rantai pasok dengan industri padat karya. Ini juga sebagai dukungan kami untuk menggerakkan ekonomi nasional pascapandemi,” paparnya.

Adapun, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Jahja Setiatmadja menyatakan, segmen konsumer justru menjadi satu yang paling terpukul akibat pandemi corona. Sehingga, ekspansi BCA akan fokus ke segmen-segmen dasar dan berpeluang tumbuh selama pandemi.

“Seperti pangan, infrastruktur, pegadaian, kelistrikan, dan lain-lain. Pemberian kredit masih jalan, tetapi karena ada penundaan cicilan, terutama di konsumer pasti akan turun,” jelasnya.

Dana pemerintah

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), Sunarso mengungkapkan, mulai semester kedua ini perseroan akan kembali menggeber ekspansi kredit untuk mendukung perekonomian.

Ia berujar, ekspansi kredit BRI ditopang adanya penempatan dana oleh pemerintah sesuai dengan ketentuan PP No. 70/2020. Dari dana Rp 30 triliun yang ditempatkan pemerintah ke empat bank Himbara, BRI kebagian Rp 10 triliun.

Selama 20 hari sejak pemerintah menempatkan dananya, Sunarso menyebut, BRI telah menyalurkan kredit hingga Rp 13,59 triliun kepada 295.617 debitur. Rinciannya, sebesar Rp 5,15 triliun kepada 202.701 debitur mikro-KUR, Rp 4,10 triliun kepada 85.516 debitur mikro-non KUR, dan Rp 4,34 triliun kepada 7.415 debitur kecil, ritel, dan menengah.

“Di situasi pandemi, sektor pangan menjadi sangat penting, ini yang kami sasar, kemudian produksi pangan juga butuh didistribusikan, artinya transportasi, dan pada akhirnya suplly chain pangan kami dukung,” terangnya. (Kontan/Anggar Septiadi)

Hotline Semarang : Pembebasan Bea Balik Nama dan Sanksi Administrasi Sudah Usai

Dewi Perssik Jadi Bingung Sendiri Setelah Nyanyi Wonder Woman di Depan Maia Estianty

FOKUS : Belajar Menahan Rindu

Hasil Liga Italia Tadi Malam Juventus Vs Lazio, Dua Gol Ronaldo Bikin Lazio Melongo

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved