Breaking News:

KKN Undip

Air Cucian Beras Bisa Menjadi Pupuk, Ini Cara Pembuatannya ala Mahasiswa KKN Undip

Para ibu di Desa Gemiring Lor, Kecamatan Nalumsari, Jepara, sebagian besar merupakan ibu rumah tangga. Memasak merupakan salah satu kegiatan yang seri

IST
Ibu-ibu di Desa Gemiring Lor, Kecamatan Nalumsari, Jepara mendapat pelatihan cara membuat pupuk dari air cucian beras 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA – Para ibu di Desa Gemiring Lor, Kecamatan Nalumsari, Jepara, sebagian besar merupakan ibu rumah tangga.

Memasak merupakan salah satu kegiatan yang sering dilakukan setiap harinya, sehingga menghasilkan limbah organik di antaranya air bekas cucian beras.

Sampai saat ini, limbah dari air cucian beras belum termanfaatkan karena minimnya masyarakat terutama ibu-ibu mengenai kandungan dan pemanfaatan limbah.

Limbah air cucian beras mengandung senyawa organik yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber hara.

“Limbah cair ini biasanya dibuang percuma, padahal kandungan senyawa organik dan mineral yang dimiliki sangat beragam,” kata mahasiswa KKN Untup 2020, Dewi Rahmawati Ningrum Sari, Kamis (23/7/2020).

Ia menjelaskan, air beras mengandung 90% karbohidrat berbentuk pati yang penting untuk hormon auksin, alanin dan gibbereline pada tanaman.

Kandungannya antara lain karbohidrat, nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, sulfur, besi, VitaminB1 (G.M dkk, 2012).

Air cucian beras putih mengandung N 0,015%, P 16,306%, K 0,02%, Ca 2,944%, Mg 14,252%, S 0,027%, Fe 0,0427% dan B1 0,043%.

Air cucian beras mengandung zat pengatur tumbuh. ZPT pada tanaman yang berperan merangsang pembentukan akar dan batang serta pembentukan cabang akar dan batang dengan menghambat dominasi apical dan pembentukan daun muda.

Oleh karena itu dilakukan pelatihan mengenai pemanfaatan limbah organik air cucian beras menjadi pupuk organik cair (POC) ramah lingkungan.

Halaman
123
Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved