Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

KKN Undip

Hasil Survei Nelayan Pantiharjo Rembang, Pendapatan Turun 50 Persen di Era Pandemi

Virus Covid-19 terdeteksi di Indonesia pada 2 Maret 2020, kemudian 13 April 2020 ditetapkan sebagai bencana nasional.

Tayang:
Editor: abduh imanulhaq
IST
Mahasiswi KKN Undip 2020, Yashmine Noor Islami, mengunjungi keluarga nelayan di Desa Pantiharjo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 

TRIBUNJATENG.COM, REMBANG – Virus Covid-19 terdeteksi di Indonesia pada 2 Maret 2020, kemudian 13 April 2020 ditetapkan sebagai bencana nasional.

Masa pandemi ini mengubah pola perilaku masyarakat yang semula dapat beraktivitas di luar rumah dengan bebas, mengharuskan masyarakat untuk membatasi langkah geraknya.

Namun apa daya bagi masyarakat yang bekerja pada sektor perikanan, khususnya bagi nelayan yang mengaharuskan keluar rumah untuk melaut guna mengihupi keluarganya.

Untuk mengetahui lebih lanjut dampak penyebaran pandemi Covid-19 terhadap kehidupan sosial masyarakat Desa Pantiharjo, mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro 2020, Yashmine Noor Islami melakukan survei pada 17 Juli 2020.

“Hal ini berguna untuk mengetahui kondisi di lapangan, khususnya warga Desa Pantiharjo yang sekitar 43,2 persen warganya bekerja sebagai nelayan,” kata Yashmine Noor Islami, Rabu (22/7/2020).

Dari data sementara diperoleh hasil bahwa warga Desa Pantiharjo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mengalami penurunan pendapatan yang sangat signifikan, yaitu sekitar 40-50 persen.

“Sekarang harga peralatan nelayan naik, tetapi harga ikan yang biasanya bisa terjual 180 ribu hanya bisa dihargai 120 ribu,” ujar Rame warga Desa Pantiharjo.

Dia menambahkan, selain harga ikan yang jatuh, beban ongkos melaut tetap tidak berubah, bahkan ada kecenderungan naik, tuturnya.

Kondisi ini menyebabkan banyak nelayan yang kewalahan untuk menjual hasil tangkapan.

Jika dibiarkan maka kondisi ini akan memperburuk kehidupan masyarakat Desa Pantiharjo, khususnya yang bekerja sebagai nelayan.

“Maka perlu upaya pemerintah dalam mengatasi masalah tersebut, misal dengan melakukan realokasi anggaran, khususnya program-program yang ditujukan bagi perlindungan dan pencegahan dampak Covid-19 bagi masyarakat nelayan,” ungkapnya.

Kepala Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN) LPPM Undip, Fahmi Arifan ST M.Eng, menyebutkan, ada sejumlah 3.852 mahasiswa mengikuti KKN Tim II 2020. Mereka disebar ke seluruh daerah di Indonesia dari Aceh hingga Papua Barat.

Fahmi mengatakan, adanya pandemi Covid-19 maka kegiatan KKN tim 2 2019/2020 mengalami perubahan.

”Yang biasanya dilakukan secara kelompok (tim) maka pada KKN periode ini dilakukan dengan secara mandiri (individu) atau KKN Pulang Kampung,” kata mahasiswi Teknologi Pangan Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip ini.

KKN yang biasanya dilakukan di lokasi yang ditentukan oleh LPPM, lanjutnya, maka saat ini ditentukan berdasarkan lokasi domisili (kampung halaman) dari mahasiswa atau dapat memilih lokasi di luar domisili.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved