Berita UMKM
Cerita Sriyanto Ciptakan Usaha Kopi Kenthir, Ternyata Ini Singkatannya
Terletak di Dusun Jeruk Wangi Desa Bedono Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang, Sriyanto menamai cafe miliknya itu "kopi Kenthir"
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kata "Kenthir" untuk dijadikan sebagai brand kopi mungkin terkesan nyeleneh. Namun itulah yang kini menjadi usaha Sriyanto, warga Kota Semarang.
Terletak di Dusun Jeruk Wangi Desa Bedono Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang, Sriyanto menamai cafe miliknya itu "kopi Kenthir".
Sriyanto menceritakan, ada filosofi tersendiri bagi dalam menamai cafe ini.
Hal itu yakni pada tahun 2014 lalu saat Sriyanto membuat kopi dengan produk rasa khas aroma nangka.
Saat itu, kata dia, ada tamu yang memberi masukan untuk cara pengolahan kopinya.
Menurut tamu, kopi tersebut terlalu sepet sehingga dalam penggorengan, api perlu dikecilkan.
Benar saja, Sriyanto menerima masukan tersebut untuk menggoreng kopi dengan api yang kecil.
"Saat merk dagang kopi saya masih executive taste.
Ada tamu dari Bandung, sebut saja dia pak Joko.
Saya tanya, 'Pak Joko adakah kekurangan kopi saya tentang citarasa?' Pak Joko menjawab, ini ada rasa sepet. Ini yang jadi masalah.
Kemudian saya bertanya, 'masalahnya di mana pak Joko?' Pak Joko menjawab dengan pertanyaan, alat pak Sriyanto kapasitas berapa dan mateng berapa jam?'
Saya menjawab '5 kg dan matang 30 menit'.
Menurut Pak Joko itu apinya kebesaran, kemudian pak Joko bilang, 'tolong alat sangrainya diberi tutup agar ada penahan panasnya dan apinya dikecilkan'.
Ternyata benar rasa sepetnya hilang.
Begitu mau mendaftarkan hak merk dengang nama exsecutiv taste, langsung dari konsultan HKI menolak karena nama pasaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/begini-cerita-sriyanto-ciptakan-usaha-kopi-kenthir.jpg)