Breaking News:

Berita Demak

Kisah Warga Sayung Demak jawa Tengah Bertahan Hidup dari Abrasi dan Rob

Satu persatu tetangganya pindah meninggalkan dukuh Rejosari desa Bedono kecamatan Sayung. Kini hanya tinggal keluarga Rukani yang mendiami rumah di du

TRIBUNJATENG/YUNAN SETIAWAN
Kondisi rumah Rukani, warga Dukuh Rejosari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Sabtu, (25/7/2020). 

Satu persatu tetangganya pindah meninggalkan dukuh Rejosari desa Bedono kecamatan Sayung. Kini hanya tinggal keluarga Rukani yang mendiami rumah di dukuh itu meski sudah tergenang air laut.

TRIBUNJATENG.COM -- Wajah Rukani tampak kaget saat melihat rombongan petugas KPU Demak datangi rumahnya.

Ia bertanya kepada salah seorang petugas, ada keperluan apa. Lantas satu Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) menjelaskan kepada Rukani maksud kedatangan petugas.

Budi Kiswanto, nama petugas PPDP itu, mengatakan kepada Rukani, dirinya beserta rombongan hendak melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih.

Yaitu coklit salah satu tahapan di Pilkada, untuk Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Demak, yang akan digelar Desember 2020.

Rumah yang terletak di Dukuh Rejosari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak menjadi satu-satunya rumah yang didatangi petugas.

Pasalnya, dukuh yang pernah dihuni ratusan rumah itu kini sepi. Satu per satu penghuninya pergi.

Semua sudah pindah, pergi meninggalkan dukuh Rejosari yang terkepung air laut karena abrasi dan rob berkepanjangan.

Kini tinggal menyisakan satu rumah yang masih dihuni yaitu Rukani beserta istri dan kedua anaknya.

Kendati bertahan di dukuh terkepung air laut, Rukani enggan menyusul tetangganya pindah tempat. Ia memilih bertahan di rumah sederhananya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved