Berita Banyumas
Pedagang Pasar Sokaraja Mengeluh Omset Turun, Sebagian Memilih Berdiam Diri di Rumah
Paguyuban Pedagang di Pasar Sokaraja, Banyumas mengeluh karena adanya penutupan pasar akibat adanya kasus positif covid-19.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Paguyuban Pedagang di Pasar Sokaraja, Banyumas mengeluh karena adanya penutupan pasar akibat adanya kasus positif covid-19.
Ketua Paguyuban Pasar Sokaraja, Triani menuturkan jika omset pedagang jelas turun akibat penutupan pasar tersebut.
"Masalah penutupan sebenarnya agak keberatan, tapi bagaimana lagi karena ini demi kesehatan ya kami harus siap.
Namun demikian, pedagang jadi tidak ada pemasukan, sedangkan sehari-hari mereka berjualan," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (27/7/2020).
Pihaknya dan sejumlah pedagang lainnya merasa ikhlas dengan kebijakan tersebut karena menurutnya rejeki bukan cuma dari materi tapi kesehatan juga rejeki.
"Kalau pantauan saya para pedagang sebagian besar libur dan rata-rata istirahat di rumah saja," imbuhnya.
Total pedagang yang ada di Pasar Sokaraja ada sekitar 1.000 lebih pedagang.
"Ada 750 pedagang yang berada di area dalam pasar yang ber spp.
Sementara yang berada di luar area pasar ada sekitar 500 pedagang, sehingga ada 1.000 lebih pedagang," kata Kabid Pasar, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Banyumas, Sarikin.
Terkait omset kerugian di Pasar Sokaraja karena adanya penutupan tersebut, Sarikin menaksir jika per hari omset di Pasar Sokaraja bisa mencapai Rp 60 juta dan jika dalam tiga hari berarti bisa mencapai Rp 180 juta.
Di informasikan sebelumnya jika Pasar Sokaraja pertama sudah melakukan swab sebanyak 50 pedagang dan mendapati satu orang pedagang positif covid-19.
Setelah melakukan swab tambahan sebanyak 150, ditemukan lagi 5 pedagang terpapar covid-19. (Tribunbanyumas/jti)