Breaking News
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Terungkap Alasan Pangeran Harry-Meghan Keluar Istana, Pangeran William-Kate Kalah Populer

Dalam buku terbaru mengenai kehidupan Pangeran Harry dan Meghan, Finding Freedom, diungkap bahwa hubungan mereka dengan Pangeran William dan istrinya,

Editor: m nur huda
AP/PHIL HARRIS
Foto tertanggal 9 Maret 2020 menunjukkan keluarga Kerajaan Inggris yakni Pangeran Charles (depan), diikuti oleh Pangeran William dan Kate Middleton, lalu Pangeran Harry dan Meghan Markle, saat beranjak pulang dari Biara Westminster, London. 

TRIBUNJATENG.COM - Sejak rencana pertunangan Pangeran Harry dan Meghan diumumkan, popularitas pasangan ini memang terus menanjak.

Hal itu ternyata tidak disukai oleh anggota keluarga kerajaan.

Dalam buku terbaru mengenai kehidupan Pangeran Harry dan Meghan, Finding Freedom, diungkap bahwa hubungan mereka dengan Pangeran William dan istrinya, Kate Middleton, sangat buruk sampai jarang terjadi perbincangan ketika ada pertemuan.

Beredar Video Para Camat di Cilacap Dapat Inventaris Pesawat, Sekda: Nanti Mendarat di Mana?

Marka Jalan di Magelang Dibuat Mirip Start Balapan MotoGP, Ini Kata Polisi

Geger Pasangan Berhubungan Seks Tak Tutup Tirai Hotel di Jakarta, Warga Nonton Sambil Makan Sate

Soal Organisasi Penggerak Kemendikbud, Muhammadiyah: Ada Nuansa Transaksi di Dalamnya

Finding Freedom (Menemukan Kebebasan) merupakan buku biografi tidak resmi tentang Pangeran Harry dan Meghan Markle, yang ditulis oleh dua wartawan peliput berita-berita kerajaan Inggris, Carolyn Durand dan Omid Scobie.

Buku biografi tersebut, antara lain, berisi pemaparan rasa frustrasi pasangan Harry-Meghan terhadap istana dan pers Inggris.

Termasuk di dalamnya tentang retaknya hubungan Harry dengan kakaknya, sampai akhirnya ia memutuskan mundur.

Menurut buku tersebut, keluarga kerajaan tidak senang dengan popularitas Harry dan Meghan sehingga pasangan ini mendapat lebih banyak pemberitaan dibandingkan Pangeran William dan Kate.

Ketegangan terus meningkat, sehingga pasangan The Sussexes, gelar kerajaan Harry dan Meghan, dilaporkan merasa tersinggung karena mereka diberikan tugas-tugas yang kurang penting dibandingkan pasangan the Cambridges atau Pangeran Charles.

Masih menurut buku tersebut, Harry merasa frustasi dengan kerabat senior di kerajaan, mengatakan bahwa ia merasa diburu oleh pers karena popularitasnya, diserang oleh media, dan diperlakukan tidak adil oleh istana.

Sejujurnya pasangan itu tidak ingin meninggalkan istana dan monarki.

Mereka hanya ingin merasakan kebahagiaan sebagai pribadi, pasangan, dan keluarga.

Namun karena tidak ada perbaikan, mereka memutuskan untuk pergi.

Buku tersebut menyebutkan, Harry merasa ”tidak terlindungi” oleh keluarganya dan ”seolah-olah dia dan Meghan telah lama dikesampingkan oleh institusi dan bukan bagian penting dari masa depannya (lembaga istana)”.

Pangeran Harry dan Meghan Markle di acara Trooping the Colour (8/6/2019).
Pangeran Harry dan Meghan Markle di acara Trooping the Colour (8/6/2019). (Xinhua / Alamy Stock Photo)

”Harry merasa bahwa ada begitu banyak kesempatan ketika lembaga (istana) dan keluarganya bisa membantu mereka, membela mereka, mendukung mereka, tetapi (nyatanya mereka) tidak pernah melakukannya,” kata seorang sumber kepada penulis buku tersebut.

Menanggapi buku tersebut, juru bicara Pangeran Harry dan Meghan menegaskan bahwa mereka tidak dilibatkan dalam proses penulisan dan penerbitan buku tersebut.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved