Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Virus Corona Jateng

Hendi Sebut Penderita Covid-19 di Semarang Seminggu Terakhir Mulai Turun, Ini Datanya

"Kami sudah sampaikan dan kumpulkan, mulai beli yang bermanfaat semisal vitamin dan masker

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyatakan, jumlah penderita Covid-19 di Kota Semarang selama sepekan terakhir ini mulai mengalami penurunan.

Berdasarkan data Pemerintah Kota Semarang dalam laman siagacorona.semarangkota.go.id hingga Selasa (28/7/2020) sore, jumlah pasien positif Covid-19 masih 695 orang dengan rincian 535 warga Semarang dan 160 warga luar Kota Semarang.

"Selama seminggu ini turun dari 800 sekian semakin turun.

Kisahnya Berawal saat Mobil Mogok, 2 Keluarga Ini Belasan Tinggal di Gubuk Reot di Tengah Hutan

Mau Bepergian Saat Pandemi, Ini Bocorkan Kursi Paling Aman dari Infeksi dan Kuman Selama di Pesawat

Promo Superindo Hari Kerja 27-29 Juli 2020, Banyak Diskon Makanan, Ini Daftar Lengkapnya

Netizen Tanya Status Pekerjaan Pak Jokowi dan Ibu Iriana di KTP, Kaesang Posting SIM Presiden

Berita baiknya, meski belum ada vaksin yang sembuh semakin banyak," tutur Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang.

Sejauh ini jumlah pasien Covid-19 yang sembuh sudah mencapai 2.662 orang dengan rincian 2.216 merupakan warga semarang dan sisanya orang luar Semarang.

Menurut Hendi, melalui tes massal yang digencarkan beberapa waktu lalu, pihaknya mampu mendeteksi secara cepat penderita Covid yang masuk dalam kategori orang tanpa gejala.

Dengan deteksi yang cepat, akhirnya mereka bisa disembuhkan.

Lebih lanjut, Hendi telah mengumpulkan organisasi perangkat daerah (OPD) agar bisa mengatur secara baik antara upaya menanggulangi Covid-19 dan memulihkan perekonomian yang lama terpuruk akibat pandemi.

Dia meminta, anggaran yang masih ada agar dibelanjakan barang yang bermanfaat untuk masyarakat semisal vitamin, masker, ataupun jamu tradisional dengan memberdayakan pelaku UMKM.

"Kami sudah sampaikan dan kumpulkan, mulai beli yang bermanfaat semisal vitamin dan masker.

Saya sudah panggil Dinkop. UMKM yang jualan masker dan jamu agar bisa dibeli.

Kami sudah mulai mengarah apa yang disebut presiden gas dan rem," jelasnya.

Dia menegaskan, akan berupaya agar dua hal yakni penanggulangan covid dan pemulihan ekonomi bisa berjalan beriringan. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved