Breaking News:

KKN Undip

Mahasiswa KKN Undip Ciptakan Sedotan Bambu Pendongkrak UMKM Desa

Pandemic Covid-19 berdampak secara langsung pada semua sektor, termasuk UMKM. Salah satunya pengrajin batik tulis dan pengrajin seni dari limbah kayu

IST
Sedotan bambu dan Mahasiswa KKN Undip 2020 Daliayu Sekar Siamti bersama perajin limbah kayu jati di Desa Kauman, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. 

TRIBUNJATENG.COM,BLORA – Pandemic Covid-19 berdampak secara langsung pada semua sektor, termasuk UMKM.

Salah satunya pengrajin batik tulis dan pengrajin seni dari limbah kayu jati di Desa Kauman, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Mahasiswa KKN Undip 2020 Daliayu Sekar Siamti mengatakan, dari hasil observasi wawancara dan analisas di lapangan, diketahui pandemi ini telah memberikan dampak hampir 50% dari pendapatan yang biasa diterima dari masing-masing pengrajin.

Salah satu pengrajin limbah kayu jati, Heri di Kelurahan Kauman Rt 5 Rw II, yang menggeluti kerajinan lukisan dari Letek (ampas kopi) serta seni sangkrah rumah pohon dari limbah kayu jati.

“Hasil karya Pak Heri telah memasuki pasar mancanegara berawal dari keikutsertaan beliau pada lomba-lomba karya seni yang diadakan oleh pemerintah yang sekaligus mengenalkan karyanya pada para turis mancanegara dan penikmat seni lainnya,” kata Daliayu Sekar Siamti, Senin (27/7/2020).

Namun adanya pandemi ini sangat dirasakan oleh Heri, karena terbatasnya akses ekspor barang dari indonesia ke luar negri.

Masih ada satu gudang barang-barang yang gagal ekspor dari April lalu karena pemesanan merosot.

Untuk itu mahasiswa KKN Undip melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kembali pendapatan UMKM desa.

Salah satunya melalui pelatiahan membuat kerajinan kayu lain yakni sedotan dari bambu yang dapat dilakukan oleh perajin seperti Heri dan warga desa lainnya.

Kemudian, hasil karyanya dipromosikan melalui system e-commerce dan beberapa media sosial seperti Instagram dan Twitter.

“Para perajin desa selama ini kurang melakukan promosi atas kerajinan yang telah dia buat disebabkan karena keterbatasan dalam menggunakan media sosial dan E-commerce Indonesia lainnya, sehingga hanya mengandalkan Facebook dan Whatsapp untuk mempromosikan kerajinannya,” katanya. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved