Berita Regional
Siswi SMP Jual Diri demi Kuota Internet, Tarif Sekali Kencan Rp 500.000
Kondisi keluarga korban yang bermasalah justru dimanfaatkan oleh penyalur prostitusi online.
TRIBUNJATENG.COM - Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Batam nekat menjual dirinya melalui penyalur prostitusi online.
Dia melakukannya demi membeli kuota internet.
Adapun tarif sekali kencan dipatok Rp 500.000,00.
• Jokowi Telepon Donald Trump, Amerika Serikat Langsung Kirim 1.000 Ventilator ke Indonesia
• Kisah Pengakuan PSK Online Semarang: Dari Ayam Kampus hingga Jadi Karyawati, Kini Coba Jualan Baju
• Netizen Kepo Kenapa Hasil Swab Test Wakil Walikota Solo Achmad Purnomo Berbeda? Ini Penjelasan Siti
• Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Kusnandar Tewas Kecelakaan, Jasad Masuk Selokan
Ironisnya, korban masih berusia 15 tahun, di bawah umur dan duduk di bangku sekolah.
Mengenal penyalur melalui Facebook
Kapolsek Batu Aji Kompol Jun Chaidir mengemukakan, siswi SMP tersebut mengaku mengenal pelaku penyalur prostitusi online dari jejaring sosial Facebook.
Kemudian pelaku mengajari hingga mempromosikan korban.
Korban diketahui juga sempat mempromosikan dirinya sendiri melalui akun MiChat.
"Awalnya korban mengetahuinya dari pelaku tersebut.
Namun belakangan korban sempat mempromosikan sendiri dan ada juga sesekali menggunakan pelaku," kata dia.
Dipatok Rp 500.000,00, untuk beli kuota
Siswi SMP itu mengaku menjual diri untuk bisa membeli kuota internet.
Uang jual diri rencananya juga akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Kondisi keluarga korban yang bermasalah justru dimanfaatkan oleh penyalur prostitusi online.
Korban dijajakan dengan tarif Rp 500.000, 00 sekali berkencan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-prostitusi-online.jpg)