Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Begini Susahnya Sofiatun dan Temannya Ikuti PJJ, Harus Belajar di Atas Atap

Kondisi geografis menyebabkan sejumlah siswa SMPN 4 Bawang berjibaku mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
IST
Sejumlah siswa di Desa Sigemplong, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang mengikuti PJJ dari atas atap, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Kondisi geografis menyebabkan sejumlah siswa SMPN 4 Bawang berjibaku mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

Bahkan mereka harus naik ke atas rumah untuk mendapatkan sinyal guna mengerjakan tugas sekolah yang digelar secara daring.

Adapun siswa SMPN 4 Bawang mayoritas tinggal di Dukuh Sigemplong, Desa Pranten, Kecamatan Bawang Kabupaten Batang.

Dukuh itu berada di sabuk dataran tinggi Dieng, serta dihimpit sejumlah bukit.

Hal tersebut membuat sinyal provider hilang, yang membuat para pelajar kesulitan mengakses internet.

Perangkat penerima sinyal, ataupun Wifi pun tak mampu menembus kondisi geografis di wilayah tersebut.

Dikatakan Sofiatun (14) satu di antara siswi SMP4 Bawang, pelajar yang tinggal di Sigemplong selalu tertinggal mengikuti pembelajaran online.

"Di sini sinyal kadang hilang, maka dari itu teman-teman naik ke atap untuk mendapatkan sinyal," katanya saat ditemui Tribunjateng.com di Dukuh Sigemplong, Jumat (31/7/2020) siang.

Dilanjutkannya, rekan satu kelasnya berjumlah 16 orang dan semua melakukan hal yang sama.

"Ya semua mencari sinyal, ada yang di atas atap, kalau beruntung dapat sinyal di sekitar bukit atau ladang kentang," paparnya.

Perjuangan Sofiatun bersama rekan-rekannya dilakukan semenjak diberlakukannya PJJ di tengah pandemi Covid-19.

"Karena sinyal susah tak jarang kami tidak mengerjakan tugas dari guru. Guru kami juga memahami kalau kondisinya susah sinyal, jadi tidak marah dan diberikan waktu sampai bisa mengerjakan," katanya.

Ia menuturkan, tiga hari lalu ada pihak yang memasang perangkat Wifi di sekitar pemukiman.

"Karena orang tua kami tak mampu membelikan kuota, kadang kami minta izin menggunakan wifi itu. Namun sama saja sinyalnya juga tidak bagus, bahkan sering tidak bisa digunakan," paparnya.

Sementara itu, Sudarman warga Dukuh Sigemplong, membenarkan banyak pelajar di desanya naik ke atas atap untuk mendapatkan sinyal.

"Mereka memakai seragam naik di atas atap untuk mencari sinyal. Sebenarnya wilayah kami bukan blank spot, namun sinyal sering hilang tiba-tiba apalagi saat kabut atau cuaca buruk," tambahnya. (bud)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved