Breaking News:

Bek PSIS Ungkap Situasi Perayaan Idul Adha di Tempat Tinggalnya

Bek tengah PSIS Semarang, Muhammad Rio Saputro mengaku merasakan pengalaman yang berbeda di momen Idul Adha 2020 ini.

ISTIMEWA
Muhammad Rio Saputro mencoba menghalau pergerakan pemain Martapura FC Rifan Nahumarury dalam laga perebutan tempat ketiga Liga 2 2017 yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), November 2017 silam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Bek tengah PSIS Semarang, Muhammad Rio Saputro mengaku merasakan pengalaman yang berbeda di momen Idul Adha di masa pandemi tahun 2020 ini.

Kepada Tribunjateng.com, Rio mengaku suasana Idul Adha tak semarak seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

"Tentunya lebih sepi dan terasa sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya," kata Rio, Jumat (31/7/2020).

Meski demikian, Rio mengaku di momen idul adha ini ia berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Tepatnya di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

"Kami ada kegiatan bakar-bakar daging," ucapnya.

Ke depan, ia berharap pandemi Covid-19 ini segera berakhir.

"Semoga segera berakhir pandemi ini dan situasi kembali normal," pungkasnya.

Dalam kesempatan terpisah, CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi mengaku dirinya juga memanfaatkan hari raya libur Idul Adha dengan berkumpul bersama keluarganya di Kota Semarang.

Pria yang juga menjabat anggota DPR RI ini mengatakan, kegiatan saat sebelum hari raya Idul Adha tiba dengan melakukan ritual mencari hewan qurban bersama anak-anak.

"Kegiatan saya seperti kebanyakan Warga Semarang. Momen idul adha di awali sebelumnya dengan ritual mencari hewan qurban dengan anak-anak. Ya sekalian refreshing dan mendidik anak. Lalu hari H, shalat ied di masjid terdekat rumah," kata Yoyok.

Hanya saja karena dihadapkan dengan situasi pandemi Covid-19, situasi cukup berbeda ia rasakan di momen hari raya idul adha ini.

Sebab, adanya anjuran pemerintah untuk menghindari kerumunan. Demikian juga di Kota Semarang, aturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) masih terus berjalan.

Oleh sebab itu, Yoyok mengatakan pada momen idul adha ini, ia dan keluarganya memilih melaksanakan shalat ied di rumah. Termasuk saat prosesi pemotongan hewan qurban, hanya sebatas memantau.

"Namun karena masih pandemi, shalat kita laksanakan di rumah saja. Setelah itu dengan keluarga mengikuti prosesi pemotongan hewan qurban," jelas Yoyok.

"Sekali lagi mengingat masih pandemi, prosesi kami hanya memantau saja tidak terlibat seperti biasa, minimal memberi kesan idul adha kepada anak-anak tentang arti pengorbanan," pungkasnya. (*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved