Breaking News:

Berita Pati

Hilang 10 Hari, Nelayan Pati Ditemukan di Karimunjawa Jepara 

Dilaporkan hilang di perairan Tayu, Pati, sejak Rabu (22/7/2020) lalu, jenazah Ragil Permana Putra (19) ditemukan di Pantai Karimunjawa, Jepara, Jumat

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: m nur huda
Istimewa
Tim pencari yang terdiri atas Satpolairud Polres Pati, Tim SAR, dan relawan ketika hendak berangkat mencari Ragil Permana Putra (19), nelayan yang tercebur ke laut perairan Tayu, Kamis (23/7/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Dilaporkan hilang di perairan Tayu, Pati, sejak Rabu (22/7/2020) lalu, jenazah Ragil Permana Putra (19) ditemukan di Pantai Karimunjawa, Jepara, Jumat (31/7/2020) sore.

Sebagaimana diberitakan Tribunjateng.com sebelumnya, nelayan asal Desa Keboromo, Kecamatan Tayu tersebut hilang pada saat melaut di 10 mil arah utara perairan Tayu, Rabu (22/7/2020) pagi. 

Pada saat itu, sesuai kronologi yang disampaikan Kasat Polairud Polres Pati Iptu Sutamto, ombak yang cukup besar membuat korban tidak bisa menjaga keseimbangannya dan terjatuh dari perahu.

Korban sempat hendak ditolong oleh dua nelayan lain yang melaut bersamanya.

Namun, karena ombak yang cukup besar, korban tidak bisa diselamatkan.

Selanjutnya, kedua teman korban kembali ke pangkalan yang berada di Desa Keboromo, Kecamatan Tayu.

Mereka kemudian memberitahukan kejadian itu kepada nelayan lainnya.

Satpolairud bersama Tim SAR dan relawan sempat melakukan pencarian dengan mengerahkan beberapa perahu motor. Namun, pencarian mereka belum membuahkan hasil.

Akhirnya, Jumat sore kemarin, jenazah Ragil ditemukan di pantai Karimunjawa oleh nelayan setempat.

Ketika diminta konfirmasi, Perangkat Desa Keboromo, Wawong, membenarkan kabar ditemukannya jenazah Ragil.

Tubuh nelayan berusia sembilan belas tahun itu hanya dapat dikenali dari pakaian yang terakhir kali ia kenakan saat melaut. Sementara, jasadnya sudah tidak bisa dikenali karena telah rusak.

"Jenazah sudah ditemukan di Mandalika Karimunjawa. Diketemukannya kemarin sore, kira-kira sebelum magrib, dan saya diberitahu Pak Inggi (kepala desa) pada malam harinya. Keadaan seluruh badannya sudah rusak, sehingga tidak bisa dibawa pulang, langsung dimakamkan di sana,” ujar Wawong.

Ia menyebut, selain karena kondisi tubuhnya sudah rusak, untuk membawa jenazah Ragil ke kampung halamannya di Desa Keboromo Kecamatan Tayu membutuhkan biaya cukup mahal. 

Sehingga, keluarga sepakat untuk memakamkan jenazah Ragil di Karimunjawa. (Mazka Hauzan Naufal)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved