Berita Semarang
Peringati Hari Kesempurnaan Dewi Welas Asih, Indra Atur Jarak Tiap Umat di Klenteng Kebun Jeruk
Peringatan Hari Kesempurnaan yang Suci Kwan Se Im Po Sat atau Dewi Welas Asih di Klenteng Kebun Jeruk Low Lie Bio pada Jumat (8/8/2020) malam berbeda
Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Peringatan Hari Kesempurnaan yang Suci Kwan Se Im Po Sat atau Dewi Welas Asih di Klenteng Kebun Jeruk Low Lie Bio pada Jumat (8/8/2020) malam berbeda dibandingkan pada tahun sebelumnya.
Acara hiburan yang biasanya ditempatkan pada akhir perayaan harus ditiadakan untuk mencegah penularan Covid19.
Namun ritual peribadatan dan pemilihan Locu (pengabdi altar dewa) pada periode 2020-2021 di Klenteng Kebun Jeruk Low Lie Bio tetap dilaksanakan.
• Tempat Wisata Kudus Dibuka, Bergas Ingin Ada Kolam Seperti Umbul Ponggok di Taman Krida
• Alasan Libatkan TNI Tangani Covid-19 di Indonesia hingga Tunjuk Andika Perkasa Dampingi Erick Thohir
• Pendaftaran Kartu Pra Kerja Gelombang 4 Sudah Dibuka, Berikut Panduan Login
Ketua Yayasan Klenteng Low Lie Bio, Indra Satya Hadinata mengatakan selama proses peribadatan, pihaknya membatasi jumlah umat yang ikut melaksanakan ritual di dalam altar sebanyak 50 orang.
Para umat yang melakukan ritual harus menempati posisi yang telah ditentukan oleh pihak yayasan Klenteng yakni berjarak 1,2 meter dengan umat lainnya serta mengenakan masker selama di lokasi klenteng.
Umat yang tidak kebagian tempat akan berdoa di tempat yang telah pihaknya sediakan.
"Kami hanya melakukan sekedar ritual dan doa bersama yang dipimpin oleh Pandita Dhamma Amaro, setelah selesai akan dilakukan pemilihan Locu. Menjelang pukul 00.00 akan dilakukan upacara kebesaran, untuk menyambut hari (Kesempurnaan Dewi Welas Asih) tersebut, selanjutnya " tuturnya.
Menurutnya pada perayaan serupa pada tahun lalu, biasanya dihadiri oleh umar sebanyak 700-800 orang.
Namun karena saat ini pihaknya membatasi jumlah umat yang bisa berdoa dalam altar maka umat yang hendak berdoa untuk bergantian memasuki altar.
Pihaknya pun juga tidak menyebar undangan untuk para umat agar mengantisipasi membludaknya jumlah umat yang hendak berdoa.
"Kami selalu menerapkan protokol covid19 yang hendak brdoa di Klenteng. Meski dalam budaya kami setiap tanggal 1 dan tanggal 15 tiap bulan penanggalan imlek melakukan ibadah di Klenteng. Namun setiap harinya di Klenteng Kebun jeruk pasti ada umat yang berdoa di klenteng," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/umat-tri-dharma-memperingati-hari-kesempurnaan-yang-suci-kwan-se-im-po-sat-atu.jpg)