Breaking News:

Berita Jateng

Mengapa Malam Ini Wilayah Jateng dan Yogyakarta Diguyur Hujan? Ini Jawaban BMKG

Hujan dengan intensitas sedang mengguyur sebagian wilayah DIY pada Selasa (11/8) malam.

Editor: galih permadi
desta leila k
Ilustrasi cuaca di Kabupaten Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, YOGYA - Hujan dengan intensitas sedang mengguyur sebagian wilayah Jawa Tengah dan DIY pada Selasa (11/8/2020) malam.

Berdasarkan hasil pemutakhiran citra radar cuaca di wilayah DIY, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengatakan hujan dengan intensitas ringan terjadi di sebagian besar area Kulon Progo, Sleman, Kota Yogyakarta serta Bantul dan Gunungkidul bagian utara.

"Intensitasnya sedang ringan yakni 15-40 mm. Ini biasa terjadi di sela musim kemarau," jelas Kepala BMKG Stasiun Geofisika Sleman, Agus Riyanto dikonfirmasi.

Kapolresta Solo Kombes Pol Andy Rifai Diganti, Kini Dijabat Mantan Dirreskrimsus Polda Lampung 

Inilah Sosok 4 Pelaku Penyerangan di Solo Ditetapkan Tersangka, Ini Ancaman Irjen Pol Ahmad Luthfi

Bos First Travel Minta Hartanya Dikembalikan

Perusahaan Milik Keluarga Suami Nia Ramadhani Bakrie Group Raih Untung Rp 800 Miliar di Tahun 2019

Cerita saat Habib Umar Assegaf Dipukuli & Diinjak Kepalanya Oleh Ormas di Solo

Agus menjelaskan, kondisi demikian diprakirakan akan bertahan selama satu hingga dua hari ke depan.

Sebabnya, terdapat gangguan cuaca yang bersifat sementara dikarenakan adanya konvergensi atau perlambatan kecepatan arah angin di wilayah Jawa.

"Diperkirakan hanya bertahan 1 - 2 hari saja.

Ini hanya gangguan cuaca sesaat akibat konvergensi (belokan dan perlambatan kecepatan angin) di wilayah Jawa," terangnya.

Sebelumnya, BMKG Stasiun Klimatologi DIY menyebut dalam 2-3 hari ke depan, suhu minimum di wilayah DIY pada malam hingga pagi hari mencapai 20-22 Celcius.

Sedangkan, siang hari suhu maksimum mencapai hanya berkisar 29-31 Celcius.

Kepala kelompok data dan informasi Stasiun Klimatologi DIY, Etik Setyaningrum mengatakan, jika suhu dingin dan kering yang dirasakan oleh sebagian besar masyarakat saat ini merupakan dampak dari intrusi atau bertiupnya angin yang berasal dari Australia (monsoon dingin Australia).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved