Staf KPU Ditusuk Orang Tidak Dikenal di Yahukimo, Henry Sempat Telepon Ibunda

“Hari Sabtu masih menghubungi mamahnya kalau ada tugas di Yakuhimo," ujar ayahanda Henry, Sugeng Kusharyanto di rumah duka

Editor: rustam aji
Staf KPU Ditusuk Orang Tidak Dikenal di Yahukimo, Henry Sempat Telepon Ibunda
Istimewa
Henry Jovinsky

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA  - Sebelum nyawanya melayang dibunuh oleh orang tidak dikenal di Yahukimo, Papua, staf KPU, Henry Jovinski sempat menghubungi ibunda melalui telepon. Dalam percakapan Henry mengabarkan kepada sang ibu dirinya sudah berada di Yahukimo, Papua.

“Hari Sabtu masih menghubungi mamahnya kalau ada tugas di Yahukimo. Saat telepon menyampaikan bahwa sudah sampai di Yahukimo dengan selamat dan tinggal menunggu tugasnya saja, kontak terakhir mengabarkan seperti itu,” ujar ayahanda Henry, Sugeng Kusharyanto di rumah duka kawasan Godean, Sleman, Yogyakarta, Rabu(12/8).

Henry dimakamkan di Yogyakarta, kata Sugeng itu berdasarkan permintaan dari ibu kandungnya. “Meski besar dan menetap di Purwokerto keputusan keluarga tetap dimakamkan di Yogyakarta, mamahnya yang minta ingin Henry dimakamkan di Yogyakarta,” katanya.

Almarhum Henry bertugas di KPUD Yahukimo sejak setelah pemilihan presiden (Pilpres) 2019 pada bulan April 2019 lalu berangkat hingga bulan Juli 2019.

“Penempatan dari KPU RI penugasannya di KPUD Yahukimo, tetapi banyak bertugas di KPU Provinsi Papua. Karena memang ada tugas di KPUD Yahukimo Henry berangkat dengan pimpinannya,” ucap Sugeng.

Henry diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) dan tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Yahukimo pada tahun 2019.

Korban tercatat sebagai ASN yahukimo tetapi diperbantukan di Papua. “Tugasnya banyak di Papua, saat ada kerusuhan di KPU Papua Henry sempat pulang ke Purwokerto dan mampir ke Yogyakarta hanya dua malam lalu langsung berangkat ke Papua,” ujarnya.

Kronologi

Henry Jovinski (24), menjadi korban penusukan hingga meninggal dunia di Jembatan Brasa Kecil, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, pada Selasa (11/8) sekitar pukul 14.20 WIT. Pelaku penusukan diduga orang tidak dikenal.

Ketua KPU Papua, Theodorus Kossay, membenarkan insiden penusukan hingga berujung tewasnya Henry Jovinski. "Henry staf KPU Yahukimo," kata Theodorus.

Theodorus menjelaskan insiden penusukan itu berawal pada saat Kenan Mohi, staf KPU Kabupaten Yahukimo meminta diantarkan Henry ke kediamannya di Jalan Gunung.

"Keduanya ini dari kantor sedang menuju ke rumahnya Kenan Mohe. Orang asli Yahukimo. Keluarganya (Kenan Mohi,-red) sakit, tujuan dari kantor (KPU Yahukimo,-red) ke rumah mengantarkan obat," ujar Theodorus.

Pada saat di perjalanan, rombongan itu bertemu orang tidak dikenal. Orang tidak dikenal itu meminta untuk memperlihatkan kartu tanda penduduk. "Ditanya, kamu orang mana kemudian yang belakang ini orang mana? Mana KTP? Ditanya (Henry Jovinski menjawab,-red), saya orang Indonesia," kata dia.

Kemudian, orang tidak dikenal itu menusuk Henry Jovinski dari belakang. "Ditusuk di belakang. Korban jatuh pingsan. Setelah itu muncul satu pelaku tidak dikenal. Kemudian dibacok juga di situ," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved