Berita Semarang
ABG Gangster Semarang Dapat Sanksi Berdiri Hormat Bendera Indonesia 1 Jam
Belasan anggota gangster di Kota Semarang dihukum menyanyikan lagu Indonesia Raya dan wajib mencium bendera merah putih.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Belasan anggota gangster di Kota Semarang dihukum menyanyikan lagu Indonesia Raya dan wajib mencium bendera merah putih.
Pasalnya mereka telah melakukan aksi pengerusakan beberapa tiang bendera di wilayah Kampung Siaga Candi Hebat RW 6 depan Gapura Perum Polri Durenan Indah Kelurahan Mangunharjo.
Tiang bendera dipasang warga untuk menyambut HUT ke-75 Republik Indonesia.
• Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa Ketok Pintu Rumah Ganjar Pranowo Malam-malam
• Respons KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa Soal Sengketa Lahan Pemkot Magelang Vs Akmil
• Pegawai Swasta Berbondong-bondong Bikin Rekening Baru di BCA Purwokerto Demi Bantuan Rp 600 Ribu
• Nelayan Indonesia Nikahi Bule Cantik Asal Prancis, Kini Nasibnya Berubah, Ini Kisahnya
Tidak hanya hukuman tersebut, para anggota gangster yang berusia remaja itu disuruh memberi hormat kepada bendera di halaman Polsek Tembalang, Kamis (13/8/2020).
Proses hormat berlangsung hampir satu jam di bawah terik matahari pada pukul 12.00 WIB.
"Ini bagian dari untuk kembali menggugah rasa nasionalisme para remaja yang tergabung jadi anggota gangster tersebut," terang Kapolsek Tembalang Kompol Mas'ud kepada Tribunjateng.com.
Kapolsek mengatakan, pengerusakan tiang bendera di Kampung Siaga Candi Hebat RW 6 Mangunharjo Tembalang.
Anggota gangster memotong beberapa tiang bendera dengan menggunakan senjata tajam yang mereka bawa.
"Perusak dari gangster Official 102 yang hendak menyerang gangster Kampung Batik All Star," bebernya.
Kompol Mas'ud menyebut, pihaknya berkomitmen memberantas aksi gangster di Tembalang.
Menurutnya, perilaku gangster tersebut telah meresahkan masyarakat.
Termasuk sebelumnya aksi gangster Sukun Stres yang melakukan penganiyaan terhadap seorang remaja di Jembatan Sikatak Undip Tembalang.
"Kami tidak mau kejadian itu terulang kembali," tegasnya.
Kapolsek mengimbau, masyarakat ikut mengawasi aktfitas remaja di lingkungannya.
Terutama orangtua sebab yang paling mengetahui aktifitas anak mereka.