Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banjarnegara

Mengenal Kopi Kapulaga yang Penuh Cita Rasa Rempah di Banjarnegara

Banjarnegara dengan potensi alamnya, kaya akan hasil perkebunan rakyat. Di antara komoditas andalan warga adalah kopi.

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
KKN Tematik dari Institut Pertanian Bogor (IPB) perkenalkan kopi kapulaga di Desa Cendana Banjarnegara 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Banjarnegara dengan potensi alamnya, kaya akan hasil perkebunan rakyat.

Di antara komoditas andalan warga adalah kopi.

Komoditas lain yang juga banyak ditanam warga adalah Kapulaga. Dua produk pertanian itu biasanya dijual terpisah.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa Ketok Pintu Rumah Ganjar Pranowo Malam-malam

Nelayan Indonesia Nikahi Bule Cantik Asal Prancis, Kini Nasibnya Berubah, Ini Kisahnya

MotoGP 2020 Seri Austria Rossi Ubah Motor Jadi Settingan Lawas: Saya Bisa Attack dan Pulihkan Posisi

Amanda Manopo Datang ke Pertandingan Bola El Rumi, Maia Estianty: Ditonton Mantan Ya

Tetapi di tangan Kelompok KKN Tematik dari Institut Pertanian Bogor (IPB), produk kopi dan kapulaga berhasil dikombinasikan jadi minuman sehat yang bernilai jual tinggi.

Potensi kopi robusta dan rempah kapulaga yang melimpah di Dusun Lintang Tiba Desa Cendana Kabupaten Banjarnegara memantik kelompok itu untuk mengembangkannya.

Tematik IPB Sandika Yudha mengatakan, kopi kapulaga memiliki efek penghangat dan juga menjadikan tubuh lebih bugar karena kandungan alaminya.

"Ini tentu sejalan dengan tema KKN dari IPB sebagai salah satu upaya pencegahan covid 19," jelas Yudha, Kamis, (13/8)

Campuran kopi dengan rempah kapulaga menghasilkan cita rasa tersendiri di luar efek kesehatan yang ditimbulkan.

Kopi ini memiliki aroma khas yang keluar dari rempah kapulaga.

Karena memiliki prospek ekonomi, pihaknya memfasilitasi warga agar mampu memproduksi kopi kapulaga hingga bisa dipasarkan.

Dengan demikian, kesejahteraan warga akan terangkat dari usaha pasca panen itu.

Selain mengembangkan kopi kapulaga, mereka juga menginisiasi pembentukan Kelompok Wanita Tani (KWT).

Selain pemberdayaan, mereka juga melakukan sosialisasi mengenai new normal dan edukasi covid 19 secara door to door ke rumah warga.

Kepala Desa Cendana mengatakan, model KKN Tematik semacam ini perlu dilanjutkan karena pesertanya berasal dari desa asal mahasiswa.

Dengan demikian, mereka tentu tahu persis kondisi dan potensi desanya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved