PSIS Semarang
Ternyata Bermain di Stadion Citarum Rawan Cedera, Ini Kata Asisten Pelatih PSIS Semarang
Asisten pelatih PSIS Semarang Imran Nahumarury membeberkan soal plus dan minus jika bermain di Stadion Citarum Semarang.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Asisten pelatih PSIS Semarang Imran Nahumarury membeberkan soal plus dan minus jika bermain di Stadion Citarum Semarang.
Stadion legendaris yang berlokasi di Kota Semarang tersebut baru saja bersolek dengan tampilan lapangan barunya yang memesona mata.
Setelah sebelumnya lapangan Stadion Citarum kondisinya cukup memprihatinkan, belum lama ini lapangannya diubah menjadi lapangan rumput sintetis.
• Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa Ketok Pintu Rumah Ganjar Pranowo Malam-malam
• Kecelakaan Maut di Jambu Kab Semarang, Truk Kontainer Hantam Dump Truk, Tewaskan Pengendara Motor
• MotoGP 2020 Seri Austria Rossi Ubah Motor Jadi Settingan Lawas: Saya Bisa Attack dan Pulihkan Posisi
• Prediksi Barcelona Vs Bayern Munchen Liga Champion, H2H, Susunan Pemain dan Link Live Streaming
Termasuk juga dilakukan pembenahan untuk sistem drainasenya.
Setelah lapangannya selesai direnovasi, pada Februari lalu, tim PSIS Semarang memanfaatkan stadion berkapasitas 5.000 penonton tersebut untuk tempat latihan dan uji coba.
Terbaru, tim PSIS Semarang juga akan menggunakan Stadion Citarum sebagai homebase untuk laga lanjutan kompetisi Liga 1 2020 yang akan dimulai Oktober mendatang.
Imran Nahumarury menyebut, PSIS akan mendapat sisi keuntungan yang tak dimiliki klub Liga 1 lain ketika berlaga di Stadion Citarum.
Yaitu soal adaptasi.
Imran meyakini para penggawa PSIS sudah lebih terbiasa bermain di rumput sintetis.
"Justru bermain di Stadion Citarum akan menjadi keuntungan buat kita karena lapangan sintetis.
Kita latihan, uji coba semua disitu. Kita tidak ada masalah, justru ini yang menguntungkan buat kita," kata Imran kepada Tribunjateng.com, Jumat (14/8/2020).
Dari segi kekurangan, Imran mengaku bermain di rumput sintetis memang rentan resiko cedera.
Berbeda jika berlatih di rumput biasa atau rumput alami.
"Yang membedakan kalau bermain di rumput biasa itu potensi cedera sangat minim.
Meskipun kita tidak pernah tahu cedera itu bisa dimana saja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/imran-nahumarury-psis-semarang.jpg)