Breaking News:

Berita Batang

Kakak Adik Teriak-teriak Jualan Bolang-Baling di Batang, Ingin Beli Hp Android Buat Belajar

Kakak adik sepupu Jibran dan Ardika asal Batang jualan bolang-baling demi beli hp android.

Tribun Jateng/ Dina Indriani
M. Djibran Dzakwan (11) dibantu sepupunya Muhammad Ardika Saputra (11) saat menjajakan bolang-baling, Sabtu (15/8/2020). 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Semenjak pembelajaran daring diberlakukan setiap pagi usai membersihkan diri dan salat subuh, M. Djibran Dzakwan seorang siswa kelas enam Sekolah Dasar (SD) membantu kedua orang tuanya menjajakan makanan tradisional bolang-baling.

Jibran dan keluarganya berbagi tugas, ayahnya Ali Subkhan membuat bahan adonan bolang baling.

Sedangkan sang ibu, Yuliana yang mencetak dan menggoreng.

Kisah Mbah Khotim Sampai ke Telinga Jokowi, Ajudan Pribadi Presiden Turun Langsung Bawa Bantuan

Uang Hasil Jualan Keliling Dibawa Penipu, Mbah Khotim 1 Jam Bengong Tak Percaya, Pulang Jalan Kaki

Atiqah Hasiholan Benarkan Jika Sang Ayah Pemilik Diskotik No 1 di Asia

Konsumsi Kapsul JSH Produksi Sidomuncul, Eddy Mengaku Gula Darahnya Turun

Selepas bolang-baling siap, Jibran mulai menjajakannya jam 6 pagi.

M. Djibran Dzakwan (11) dibantu sepupunya Muhammad Ardika Saputra (11) saat menjajakan bolang-baling, Sabtu (15/8/2020).
M. Djibran Dzakwan (11) dibantu sepupunya Muhammad Ardika Saputra (11) saat menjajakan bolang-baling, Sabtu (15/8/2020). (Tribun Jateng/ Dina Indriani)

Dengan membawa keranjang bolang-baling di belakang sepeda federalnya, Jibran dibantu kakak sepupunya Muhammad Ardika Saputra tanpa rasa malu mereka justru terlihat semangat berjualan keliling kampung di daerah Karangasem Selatan hingga Pasar Batang.

Untuk menarik pembeli, sepedanya diberi pengeras suara dengan suara khas rekaman jajakan yang ia rekam sendiri.

Dalam beberapa jam, Jibran bisa menjual sekitar 250 hingga 300 biji bolan-baling.

Bolang-baling yang dijual dengan harga Rp 1.000 ini biasanya laris manis diserbu pembeli jika Jibran mangkal di Pasar Batang.

"Saat masih libur karena virus corona, bisa sampai jam 9 pagi, tapi karena sekarang sudah mulai sekolah tatap muka bergantian pas giliran masuk jualan cuma sampai jam 7 pagi," tutur siswa kelas enam kepada Tribunjateng.com.

Dengan membantu orang tuanya berjualan, Jibran mendapatkan upah sekitar Rp 10 Ribu perhari.

Halaman
123
Penulis: dina indriani
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved