Berita Semarang
Rektor Unika Soegijapranata Ingatkan Kembali Semangat Patriotisme di Upacara Virtual Kemerdekaan RI
Unika Soegijapranoto selenggarakan upacara dalam memperingati Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia, Senin (17/8/2020).
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Unika Soegijapranoto selenggarakan upacara dalam memperingati Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia, Senin (17/8/2020).
Upacara dilaksanakan di lapangan Albertus kampus Unika Soegijapranata dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan memupuk semangat kebangsaan.
Acara yang diselenggarakan secara terbatas dan streaming melalui ruang virtual ini dilaksanakan secara sederhana namun khidmat dan dihadiri oleh rektor beserta para wakil rektor.
• Kisah Mbah Khotim Sampai ke Telinga Jokowi, Ajudan Pribadi Presiden Turun Langsung Bawa Bantuan
• Pakaian Adat Suku Tidung Kaltara di Pecahan Rp 75 Ribu Disebut Adat China, Netizen Ini Dibully
• Misteri Foto Jadul Sri Mulyani Agustusan di SMAN 3 Semarang, Netizen Sibuk Tebak Sosok Menkeu
• Ganjar Pranowo Dapat Uang Pecahan Rp 75 Ribu Edisi Kemerdekaan Indonesia Nomor Seri Istimewa
Selain itu juga dihadiri pastor kepala campus ministry Unika Soegijapranata, panitia penyelenggara peringatan Kemerdekaan RI di Unika, maupun petugas yang terlibat dalam upacara streaming ini.
Rektor Unika Soegijapranata, Prof Ridwan Sanjaya mengingatkan kembali semangat patriotisme para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan meraih kemerdekaan.
Dia menyampaikan, dengan semangat generasi penerus bangsa yang harus memperjuangkan dan mengisi kemerdekaan, terutama di tengah masa pandemi covid-19.
“Dalam masa perjuangan, kita tidak bisa bebas memasang bendera merah putih, kalaupun bisa itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Karena adanya ketakutan untuk ditangkap bahkan ditembak oleh pemerintah kolonial saat itu,” terang Prof Ridwan.
Ridwan Sanjaya menyampaikan, apa yang dilaksanakan saat ini belum sebanding dengan perjuangan dan pengorbanan masyarakat dan pejuang sebelum kemerdekaan.
Waktu itu kehilangan kebebasan dan mempertaruhkan nyawanya diambil dari dunia ini, untuk mengibarkan bendera merah putih.
Tema peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia untuk tahun ini adalah “Indonesia Maju”, satu di antara yang menjadi sorotan adalah sumber daya manusia.
Pemerintah Indonesia percaya, Indonesia bisa maju apabila sumber daya manusianya unggul.
"Apabila kita tidak memiliki semangat yang sama saat bendera kebangsaan Indonesia ini dikibarkan ketika kemerdekaan, maka saat ini pun kita belum unggul seperti yang diharapkan pemerintah," ucap Prof Ridwan.
Dia menuturkan, satu ciri khas bangsa bisa maju adalah saat ini harus berubah karena situasi pandemi covid-19. Selain itu juga menyambut adaptasi perubahan dengan sungguh-sunguh dan penuh sukacita.
Sebab, lanjutnya, dengan demikian akan membawa efek bagi bangsa agar semua yang akan kita jalani menjadi lebih mudah
“SDM yang unggul adalah mereka yang siap untuk keluar dari zona nyaman mengejar hal-hal yang lebih baik lagi, agar bangsa ini menjadi lebih maju dan lebih maju lagi," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/upacara-dalam-rangka-memperingati-kemerdekaan-ke-75-republik-indonesia-yang.jpg)