Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ini Dia Ondo Langit di Limbangan, Namanya Bukit Selo Arjuno dan Bligo

Objek wisata alam di Kendal makin moncer seiring penggalian potensi keindahan yang terus berlanjut.

Editor: iswidodo
tribunjateng/mahasiswa UIN Magang
Keindahan Objek Wisata Ondo Langit Selo Arjuno dan Bukit Bligo di Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Objek wisata alam di Kendal makin moncer seiring penggalian potensi keindahan yang terus berlanjut. Khasanah alam seolah makin tertambah, melengkapi objek wisata yang sudah terlebih dulu dikenal publik.

Sebut saja Bukit Selo Arjuno dan Bligo objek wisata alam di Desa Kedungboto, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Tempat ini dinamai Selo Arjuno dan Bligo karena mengusung tema alam dan menonjolkan keasrian sebagai upaya melestarikannya.

Menurut Turmudi (33), pengelola wisata, ia bersama timnya mempunyai harapan agar Wisata Alam Selo Arjuno dan Bligo dapat menjadi ikon Kabupaten Kendal. "Bukit Selo Arjuno bisa disebut Ondo Langit. Karena jalur ke puncaknya benar-benar vertikal dan mungkin satu-satunya di Kendal, bila sudah sampai di sana bisa menikmati pemandangan berbagai arah," tutur Turmudi, Sabtu, (15/8/2020).

Keindahan Objek Wisata Ondo Langit Selo Arjuno dan Bukit Bligo di Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal.
Keindahan Objek Wisata Ondo Langit Selo Arjuno dan Bukit Bligo di Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal. (tribunjateng/mahasiswa UIN Magang)

Wisata alam ini mulai dikelola pada tahun 2017. Menyuguhkan pemandangan puncak bukit. Bila sudah tampai di Bukit Selo Arjuno maka akan tampak pemandangan indah Gunung Ungaran di sebelah timur, serta gunung Sindoro dan Sumbing di sebelah barat daya. Bahkan saat cuaca cerah, kapal-kapal di perairan pantai utara Jawa di Kabupaten Kendal dapat terlihat dengan jelas. Udara sejuk khas pegunungan pun dapat dirasakan di puncak bukit.

Menuju Bukit Selo Arjuno masih harus melalui jalur alami walaupun sudah ada tangganya. Namun belum disempurnakan karena tetua setempat memiliki kepercayaan bahwa bukit tersebut merupakan tempat pertapaan Arjuna dan raja-raja nusantara.

Sehingga pengelola percaya bahwa yang dapat menuju puncak Bukit Selo Arjuno hanya orang-orang khusus karena jalurnya yang ekstrim. Sedangkan Bukit Bligo sudah diberi bantuan berupa tali dan pegangan dari besi.

Wisata yang buka dari pukul 08.00-17.00 WIB ini didatangi pengunjung untuk berswafoto, ada juga sebagian berkemah, menanti matahari terbit atau tenggelam. Sangat indah. Beberapa pengunjung juga melakukan kegiatan panjat tebing dengan peralatan pribadi.

Tiket masuk ke kawasan objek wisata seluas 12 hektar itu hanya rp 5.000 per orang. Sedangkan parkir hanya Rp 2.000. Sedangkan bagi pengunjung yang berkemah tiketnya Rp 10.000.

Dalam sehari, pengunjung mencapai 50-100 orang di hari biasa dan 300-400 orang di akhir pekan. Di awal peresmian, kunjungan dalam sehari dapat mencapai 3000 wisatawan.

"Awalnya pembangunan wisata ini dimaksudkan agar ada perbaikan jalan desa dari pemerintah daerah, karena sudah bagus ya harapan selanjutnya semoga dapat membantu perekonomian warga," harap Turmudi.

Untuk mengembangkan wisata, perbaikan fasilitas akan dilakukan dalam waktu dekat. Sehingga setelah pandemi Covid-19 nanti selesai, objek wisata ini beroperasi normal kembali dan siap sambut pengunjung.

Perbaikan dan persiapan menyambut pengunjung antara lain, membuat bumi perkemahan, taman, pendirian kios-kios, perbaikan musala, perbaikan jalan menuju puncak bukit serta pembuatan papan nama wisata.

Pengunjung yang datang Bukit Selo Arjuno dan Bukit Bligo bisa menikmati hasil bumi setempat yaitu kopi, temulawak dan gula jawa. Adanya wisata ini pun diharapkan dapat mendongkrak perekonomian dengan mengenalkan dan menjajakannya.

Manfaat adanya wisata ini sudah cukup terasa dampaknya bagi warga. Selain jalan desa yang sudah diperbaiki, sektor ekonomi yang juga menjadi harapan pengelola pun sudah mulai menunjukkan hasilnya.

Penjaga warung, Sunarti (34), mengaku jiwanya terpanggil untuk ikut serta merawat wisata yang pernah kurang terawat selama beberapa waktu. Ia tahu perjuangan pemuda desa dalam membangun wisata tersebut. "Awalnya mau ikut ngerawat, biar ekonomi kita juga terbantu dengan adanya warung," kata Sunarti.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved