Berita Semarang
Berawal Cekcok di Studio Tato Semarang, 4 Pemuda Keroyok dan Tusuk Andik Hingga Tewas
Empat pelaku pengeroyokan hingga menewaskan Andik Kurniawan menjalani rekonstruksi, Rabu (26/8/2020).
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Empat pelaku pengeroyokan hingga menewaskan Andik Kurniawan menjalani rekonstruksi, Rabu (26/8/2020).
Dalam rekonstruksi kali ini ada 28 adegan yang diperagakan.
Rekonstruksi dilakukan di dua tempat, pertama di sebuah indekos di Jalan Bringin Raya, kemudian di halaman sebuah minimarket.
• Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Winarni Tewas Kecelakaan Terlindas Truk di Semarang, Lewat Trotoar
• Duda & Janda Cantik Asal Semarang Digerebek di Kos, Ngaku Pasutri Ternyata Baru Kenal di MiChat
• Punya Ilmu Kebal, Kasim Sempat Tertawa saat Tubuhnya Tak Mempan Dibacok Andi
• Benarkah Terjadi Gempa Bumi Sangat Besar dan Tsunami Tanggal 28 Agustus 2020? Ini Jawaban BMKG
Dalam rekonstruksi kali ini adegan dimulai sejak korban dan kawannya Aditya Hermanto datang ke sebuah studio tato di Jalan Bringin Raya.
Setelah sampai, keduanya langsung masuk dan menemui Beni Ricky (25). Saat berada di dalam studio tato, korban dan Beni terlibat cekcok hingga akhirnya berkelahi.
Setelah itu, korban bersama kawannya lari keluar namun Beni berikut rekannya mengejarnya.
Di halaman studio, korban dihujam tusukan menggunakan senjata tajam oleh Beni.
Sementara pelaku lainnya juga mengeroyok menggunakan senjata tajam. Sedangkan rekan korban tidak bisa berbuat banyak, akhirnya melarikan diri.
Setelah mendapati luka tusuk, korban berusaha melarikan diri. Namun Beni dan rekannya berusaha mengejar. Saat itu terjadi lagi pengeroyokan, hingga akhirnya korban mendapati pukulan benda keras di kepala.
Akibat luka tusuk dan hantaman benda keras di kepala, korban tersungkur di depan pintu minimarket yang letaknya tidak jauh dari studio tato.
Adapun empat pelaku tersebut Beni Ricky Dwiantoro, Agung Nugroho, Khoirul Anan, dan Ginda Fero.
Sementara korban diperankan anggota Resmob Poltesrabes Semarang, Bripka Ferry. Dalam kasus ini pelaku yang tertangkap baru empat dari enam pelaku.
Dalam rekonstruksi kali ini, keluarga korban juga turut hadir untuk menyaksikan rekonstruksi.
Sesekali anggota keluarga yang tidak lain adik korban mencoba merangsek masuk saat rekonstruksi berlangsung.
Namun polisi yang berjaga mengimbau agar tidak mengganggu jalannya rekonstruksi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rekonstruksi-kasus-pengeroyokan-di-bringin-ngaliyan.jpg)