Breaking News:

Bea Cukai Tanjung Emas

Jateng Ekspor Etil Alkohol, Bea Cukai: Pertanda Ekonomi Jateng DIY Bangkit

Jateng jadi pemasok etil alkohol terbesar ke sejumlah negara Asia Tenggara. Bea Cukai sebut ekspor ini pertanda ekonomi Jateng DIY bangkit.

tribunjateng/budi susanto
EKSPOR ETIL ALKOHOL - Pelepasan ekspor secara simbolis, di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang, Selasa (25/8/2020). Jateng jadi pemasok terbesar etil alkohol ke negara-negara Asia Tenggara. (tribunjateng/budi susanto) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jateng jadi pemasok etil alkohol terbesar ke Singapura, Hongkong dan Filipina. Dalam waktu satu bulan nilai devisa dari ekspor etil alkohol tersebut mencapai Rp 10 miliar.

Geliat perekonomian perdagangan internasional tersebut dimulai sejak dicabutnya pelarangan ekspor etil alkohol dari Pemerintah Pusat.

EKSPOR ETIL ALKOHOL - Pemotongan pita tandai pelepasan ekspor secara simbolis, di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang, Selasa (25/8/2020). Jateng jadi pemasok terbesar etil alkohol ke negara-negara Asia Tenggara. (tribunjateng/budi susanto)
EKSPOR ETIL ALKOHOL - Pemotongan pita tandai pelepasan ekspor secara simbolis, di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang, Selasa (25/8/2020). Jateng jadi pemasok terbesar etil alkohol ke negara-negara Asia Tenggara. (tribunjateng/budi susanto) (tribunjateng/budi susanto)

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Tanjung Emas Semarang, Anton Martin menjelaskan, lewat PT Indo Acidatama yang ada di Sragen, Jateng telah melakukan ekspor etil alkohol sebanyak 5 kali periode Juli hingga Agustus.

"Total etil alkohol yang sudah dikirim ke Singapura, Hongkong dan Filipina sebanyak 815 ribu liter lebih, dengan nilai devisa mencapai Rp 10 miliar lebih," kata Anton Martin saat ditemui Tribunjateng.com dalam acara pelepasan ekspor perdana dan berkelanjutan PT Indo Acidtama pasca new normal di Terminal Peti Kemas Semarang, Selasa (25/8/2020).

Dilanjutkannya, adanya geliat ekspor menunjukkan perekonomian Jateng mulai bangkit dari keterpurukan akibat dampak Covid-19.

"Sejak awal pandemi ekspor etil alkohol dan APD dilarang karena stoknya untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. Namun Juli lalu aturan tersebut dicabut dan ekspor etil alkohol serta APD diizinkan kembali. Kini geliat ekspor mulai menunjukkan peningkatan," ucapnya.

Dari total ekspor etil alkohol, Filipina menjadi tujuan terbesar dengan total 759 ribu liter.
"Terbesar ke Filipina, hari ini juga akan dikirimi lagi kesana sejumlah 416 ribu liter lebih etil alkohol dengan nilai mencapai Rp 5,3 miliar hanya dari PT Indo Acidatama," papar Anton Martin.

Dijelaskannya, tren eskpor tahun 2020 periode Januari hingga Juli lebih baik dari periode yang sama tahun lalu. "Year on year pada periode Januari hingga Juli masih baik tahun ini, karena tahun lalu devisa ekspor hanya Rp 8,8 triliun, dan periode Januari hingga Juli tahun ini mencapai Rp 12,7 triliun," jelasnya.

Sementara itu Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Padmoyo Tri Wikanto, menuturkan, geliat ekspor etil alkohol menjadi Kebangkitan perekonomian di wilayah Jateng dan DIY. "Ekspor ini menjadi kegiatan produktif, progresnya juga positif. Dengan pengiriman ke Filipina sekitar 22 ISO Tank atau sekitar 416 ribu liter akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di Jateng," tambahnya. (bud)

Penulis: budi susanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved