Breaking News:

Jelang Uji Coba PTM Sekolah di Salatiga, Disdik Sebut Pembelajaran Maksimal Tiga Jam

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Salatiga berencana memulai pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah pada September 2020.

Istimewa
Wali Kota Salatiga Yuliyanto saat menyaksikan simulasi PTM di salah satu SD di Salatiga. 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA-Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Salatiga berencana memulai pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah pada September 2020.

Kepala Disdik Kota Salatiga Yuni Ambarwati mengatakan PTM yang akan dilangsungkan sifatnya uji coba berlaku untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

"Pada tahap uji coba ini PTM di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) ini, jumlah rombongan belajar dibuat shif dan durasi pembelajaran maksimal tiga jam," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Rabu (26/8/2020)

Menurut Yuni, PTM bisa dilaksanakan mulai September apabila Salatiga sudah berada pada zona hijau atau kuning. Dan ada ketentuan yang wajib ditaati oleh masing-masing sekolah.

Ia menambahkan, dalam revisi Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri disebutkan pada bulan pertama PTM akan dilaksanakan pada satuan pendidikan tingkat SMA, SMK, MA, MAK, SMP, MTs, SD, MI, dan SLB.

"Ketentuannya antara lain, wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Jumlah rombongan belajar dibuat shif bisa ganjil genap. Durasi pembelajaran dikurangi, maksimal satu jam pelajaran 30 menit," katanya

Pihaknya menyatakan, kemudian pada bulan ketiga baru akan dibuka untuk PAUD formal (TK, RA, TLKB, BA) dan non-formal (KB, TPA, SPS). Selanjutnya pada sekolah dan madrasah berasrama yang berada di daerah zona hijau dan kuning dapat membuka asrama dan melakukan PTM di satuan pendidikan secara bertahap.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Salatiga Fakruroji menyampaikan, banyak kendala pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dirasakan baik oleh guru, orang tua murid dan siswa itu sendiri.

Dikatakannya, disamping guru yang cenderung fokus pada penuntasan kurikulum dengan berbagai keterbatasan waktu dan akses, tidak semua orang tua siswa mampu mendampingi anak belajar.

"Akibatnya, siswa kesulitan konsentrasi belajar, mengalami peningkatan rasa stress dan jenuh akibat isolasi yang berkelanjutan. Bahkan, sangat mungkin banyak anak yang terjebak dalam kekerasan rumah tangga, yang tidak terdeteksi oleh guru," ujarnya

Fakruroji mengungkapkan, perbedaan akses dan kualitas selama PJJ dapat mengakibatkan kesenjangan capaian belajar, terutama untuk anak dari sosio-ekonomi berbeda.

Berdasarkan studi lanjutnya, menemukan pembelajaran di kelas menghasilkan pencapaian akademik yang lebih baik dibandingkan dengan PJJ.

"Meskipun begitu dalam menyelenggarakan PTM kita harus mengedepankan prinsip kebijakan pendidikan di masa Covid-19 ini,” tegasnya

Dengan status Kota Salatiga yang berada di zona kuning, kata Fakruroji, pelaksanaan PTM diperbolehkan untuk semua jenjang dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Selain zona hijau, satuan pendidikan di zona kuning dapat diperbolehkan untuk melakukan PTM dengan pertimbangan risiko kesehatan yang tidak berbeda jauh dengan zona hijau. (*)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved