Breaking News:

Berita Viral

Beredar Chat Mesra Sekda Bondowoso & Dokter Gigi, Berawal dari HP yang Hilang

Beredar chat mesra antara Sekretaris Daerah atau Sekda Bondowoso, Saifullah dengan perempuan yang berprofesi sebagai Dokter Gigi berinisial R.

Editor: m nur huda
Surya/danendra kusumawardana
Sekda Bondowoso Saifullah saat memberi klarifikasi chat mesra dengan dokter gigi berinisial R. 

TRIBUNJATENG.COM, BONDOWOSO - Beredar chat mesra antara Sekretaris Daerah atau Sekda Bondowoso, Saifullah dengan perempuan yang berprofesi sebagai Dokter Gigi berinisial R. 

Chat mesra ini beredar luas di sejumlah nomor WhatsApp dan grup Facebook.

Nomor yang digunakan orang tersebut untuk menyebarkan tangkap layar chat WhatsApp ke sejumlah orang, termasuk wartawan, yakni 0852 3052 6258.

Inilah Desa di Banyudono Boyolali yang Terlewati Proyek Tol Solo-Yogya, Ada 529 Bidang Tanah

Ujicoba Tempur Lawan Kecerdasan Buatan, Pilot Pilot F-16 Berpengalaman Kalah Beruntun

Jenderal Andika Sebut Obat Covid-19 Produksi TNI AD Masih Tunggu Peninjauan BPOM

Isi dalam percakapan itu, Saifullah cenderung merayu.

Saifullah juga kerap mengirim pesan mesra kepada dokter gigi yang bertugas di RSUD Koesnadi Bondowoso itu.

Salah satunya, Saifullah menyapa dengan panggilan 'sayang'.

Berikut fakta-faktanya

Saifullah tak menampik, kecuali ini

Saifullah tak menampik bila dia sempat saling berbalas pesan dengan dokter itu.

Saifullah juga membenarkan, bila chat WhatsApp yang tersebar itu merupakan isi pesan antara dia dengan dokter berinisial R.

"Kalau chat atau percakapan yang tersebar mungkin benar. Semua orang juga melakukan (chat dengan lawan jenis) itu. Kalau ada pesan atau hal 'kotor' di dalam tangkap layar tidak benar," katanya saat diwawancara sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Rabu (26/8).

Saifullah menjelaskan, Ia hanya membantu R dalam proses perceraiannya dengan mantan suami sehingga berjalan lancar.

Sebab, R mengeluh kepadanya proses perceraian dengan mantan suami menemui kendala beberapa bulan lalu melalui chat WhatsApp.

"Saya hanya bantu proses perceraiannya. Bukan berarti saya mendampinginya dalam proses perceraian. Hanya memberikan saran melalui chat," jelasnya

Saifullah mengungkapkan, tak ada maksud lain ia chattingan dengan R.

Tak pernah terbersit pula dalam benaknya untuk bermain belakang dengan R.

"Demi Allah, saya tak melakukan apa-apa dengan dia (R). Dia sudah punya suami. Sekitar 1 hingga 2 bulan berselang, usai surat cerai turun, ia menikah kembali.

"Saya tak mungkin mengkhianati perjuangan saya hingga mencapai titik ini (menjadi Sekda) dengan melakukan hal yang tidak-tidak, seperti bermain dengan wanita lain," pungkasnya. 

Menduga ada mafia besar

Saifullah menduga ada pihak yang ingin menjatuhkannya dari kursi jabatan.

Cara yang dilakukan, yakni menyebar chat WhatsApp dengan dokter gigi berinisial R.

"Tidak mungkin ada orang menggangu saya tanpa sebab. Pasti ingin menjatuhkan saya," katanya.

Pengalaman yang ia rasakan, ada seseorang yang selalu ingin tahu kehidupannya.

Sampai-sampai orang yang bertamu ke dia turut jadi sasaran.

Orang tersebut kerap menanyakan kepentingan orang yang bertamu kepadanya.

"Cara menghancurkannya mungkin seperti itu," terangnya.

"Saya tak tahu persis strategi apa yang dilancarkan orang itu. Ini mafia luar biasa. Saya yakin, Tuhan akan membongkar siapa orang di balik kejadian ini," pungkasnya. 

Siap ambil langkah hukum

Saifullah tak tinggal diam atas tersebarnya chat WhatsApp dirinya dengan dokter gigi berinisial R. 

Dia pun bersiap-siap mengambil langkah hukum. 

Dia merasa dirugikan karena namanya tercemar.

Tak hanya itu, akibat tersebarnya chat muncul spekulasi negatif dari sejumlah pihak.

"Saya akan mengambil langkah hukum. Tapi masih saya kaji terlebih dahulu," katanya, Rabu (26/8).

Ia mengungkapkan, dalang di balik penyebaran chat bakal terbongkar. Karena, nomor dan akun facebook orang tak bertanggung jawab itu sudah ia kantongi.

"Nomor dan akan Facebooknya mudah dilacak sapa pemiliknya. Banyak teman-teman juga yang nanti bersedia jadi saksi. Orang tersebut tak bisa lari, karena semuanya sudah terekam," ungkapnya.

Rencananya, Saifullah akan melaporkan kejadian yang menimpanya ke kepolisian.

Besok, Kamis (27/8) ia akan datang ke Mapolres Bondowoso.

"Bisa jadi ada chat fiktif (diedit). Terkait adanya kemungkinan chat fiktif, biar dibuktikan oleh polisi," pungkasnya.

Reaksi dokter R

Dokter Gigi R memilih tak berkomentar kala ditanya soal kebenaran chat pribadinya dengan Sekda Saifullah tersebar di sejumlah nomor WhatsApp dan grup Facebook.

Ia hanya merekahkan senyumnya sembari berjalan menuju mobil.

"Untuk saat ini saya tidak bisa berkomentar. Kepentingan saya mau bertemu Bupati (Salwa Arifin)," katanya saat diwawancarai sejumlah wartawan kala menyambangi Pendopo Bupati, Kamis (27/8).

Informasi yang didapat, gawai R hilang saat chat pribadinya tersebar.

R pun membenarkan hal tersebut. Namun, R tak membeberkan kronologi hilangnya gawai miliknya.

Chat pribadi R dengan Saifullah disebarkan oleh orang tak dikenal di WhatsApp sejumlah orang, termasuk wartawan, dengan nomor 0852 3052 6258.

Orang tersebut bisa mengetahui chat pribadinya, diduga berasal dari gawai R.

"Kalau ponsel hilang memang benar. Kronologinya nanti, ya," ucapnya.

Seusai tak bisa menemui Bupati karena sedang bertugas, ia bergegas menuju kantor DPRD Bondowoso.

Tujuannya, untuk membicarakan perihal persoalan tersebarnya chat pribadi R dengan Saifullah.

"Karena warga Bondowoso, saya mendatangi kantor DPRD untuk membicarakan hal ini," tandasnya.

Saifullah Dinonaktifkan

Ternyata, Saifullah kini berstatus sebagai Sekda nonaktif. 

Penonaktifan Saifullah terkait proses persidangan atas kasus pengancaman terhadap Badan Kepegawaian Daerah ( BKD), Alun Taufana beberapa waktu lalu. 

Saifullah mengatakan dirinya telah menerima surat atau dokumen pengnonaktifan itu. 

Dokumen itu yakni, Surat Gubernur Jatim nomer : 700/1637/060/2020 tanggal 24 Agustus 2020 perihal pemeriksaan Sekda Kabupaten Bondowoso.

Dan Keputusan Bupati Bondowoso Nomor: 188.45/766/430.4.2/2020 tentang pembebasan sementara dari jabatan Sekretaris Daerah Syaifullah.

Penonaktifan dirinya sebagai Sekda dimulai, Kamis (27/8). 

Penonaktifan berlangsung sampai masalah saya selesai.

"Penonaktifan sifatnya sementara. Surat penonaktifan tersebut dari Bupati atas perintah Gubernur," katanya, Rabu (26/8).

Saifullahmelanjutkan, bila tak terbukti bersalah, ia mendapatkan haknya kembali yakni menduduki jabatan kursi Sekda.

Saat ini, proses persidangan kasus ini masih dalam tahap 2 atau pembacaan eksepsi dari pihak Saifullah dan penasehat hukumnya.

"Saya bisa mendapatkan hak saya kembali. Tetapi tergantung Pengadilan selesainya kapan," ujarnya.

Syaifullah, mengungkapkan besok, dirinya akan menjalani pemeriksaan atas kasusnya. Pemeriksaan dilakukan langsung oleh Inspektorat Provinsi Jawa Timur.

"Pemeriksaan ini dilakukan agar semua masyarakat tahu kebenaran persoalan itu (pengancaman)," katanya.(*) 

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Beredar Chat Mesra Sekda Bondowoso dan Dokter Gigi, Berawal Curhat Cerai, ini Pengakuan Lengkapnya

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved