Berita Video
Video 63 Sekolah di Sragen Lakukan Pembelajaran Tatap Muka
"Anak-anak yang mempunyai penyakit bawaan pun tidak diperbolehkan masuk sekolah dan disarankan mengikuti pembelajaran daring,"
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Berikut ini video 63 sekolah di Sragen lakukan pembelajaran tatap muka.
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati sampaikan pembelajaran tatap muka hari ini tidak dilakukan seluruh sekolah, hanya tiga sekolah disetiap kecamatan.
Pihaknya akan mengevaluasi selama satu pekan kedepan terkait pembelajaran tatap muka yang dilakukan di sebanyak 63 sekolah di Sragen ini.
"Pembelajaran hari ini, yang kita lakukan adalah sampling dulu sambil melihat dalam waktu 1 pekan ini untuk evaluasi penerapan protokol kesehatannya."
"Kita ambil sampel itu setiap kecamatan 3. Ada TK, SD dan SMP kecuali di Sragen kota ada enam sekolah yang diizinkan masuk," terang Yuni ketika ditemui di Pendopo Sumonegaran, Senin (31/8/2020).
Dari satu pekan proses pembelajaran, baru akan diambil keputusan apakah akan dilanjutkan pembelajaran tatap muka atau kembali ke sistem daring seperti yang dilakukan selama ini.
Yuni menyampaikan pada simulasi yang dilakukan Kamis lalu, sekolah yang ditinjau sudah memenuhi protokol kesehatan Covid-19.
Menurutnya anak-anak telah sanggup menerapkan protokol kesehatan namun kekhawatiran orang tua melepaskan anak-anak bersekolah tatap muka juga masih ada.
"Saya sendiri pribadi saat ini juga ada rasa was-was makanya saya minta satu pekan ini evaluasi betul sebelum nanti kita ambil kebijakan lanjut atau tidak," katanya.
Yuni menyampaikan dirinya memerlukan gambaran yang komprehensif terkait kebijakan yang akan dibuat. Dirinya juga menghindari akan adanya klaster baru dari sekolah.
Terkait pengawasan, Yuni juga meminta kepada camat selaku ketua gugus tugas tingkat kecamatan untuk memantau betul penyelenggaraan pembelajaran tatap muka.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sragen, Suwardi menyampaikan pihaknya telah melakukan pemantauan di sejumlah daerah.
Di Kecamatan Sragen sendiri dikatakan Suwardi tidak hanya tiga sekolah dari jenjang TK, SD, SMP saja yang dijadikan pilot project, namun tiga sekolah dari swasta juga mengikuti pembelajaran tatap muka.
Salah satu pilot project yang dijadikan percontohan ialah TK Pembina, SDN 4 Sragen hingga SMPN 1 Sragen.
Humas SDN 4 Sragen, Joko Kusmedi menyampaikan dari anak-anak masuk gerbang sudah dilakukan pengecekan suhu tubuh dan cuci tangan memakai sabun sebelum masuk kelas.