Polsek Ciracas Diserang
TNI AD Perbaiki Kerusakan Gerobak Akibat Aksi Anarkistis Oknum Tentara di Ciracas
TNI Angkatan Darat melakukan perbaikan gerai di lokasi unit usaha di Loksem JT.46 Jalan Lapangan Tembak, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (1/9/2020).
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - TNI Angkatan Darat ( TNI AD) melakukan perbaikan gerai di lokasi unit usaha di Loksem JT.46 Jalan Lapangan Tembak, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (1/9/2020).
Gerai usaha di kawasan tersebut sebelumnya dirusak oleh sekelompok oknum tentara, Sabtu (29/8/2020) dini hari.
Dilansir dari Kompas.com, petugas TNI tengah mengukur beberapa kaca etalase dan gerobak yang pecah.
• Jadi Danjen Kopassus, Ini Pengalaman Tempur Brigjen TNI M Hasan, dari Timor Timur hingga KKB Papua
• Pensiun Dini, Sekda Kabupaten Semarang Akui Ingin Fokus Pilkada 2020
• Viral Pendaki Terpergok Petik Bunga Edelweis di Gunung Buthak, Bisa Diancam Penjara dan Denda
• Menkeu Teken Aturan PNS Dapat Bantuan Uang Pulsa Rp 400 Ribu Per Bulan Selama Pandemi
Para pedagang tambah menunjukkan bagian-bagian toko yang rusak akibat amukan massa.
Petugas mendata gerai-gerai mana saja yang menjadi jadi sasaran perusakan.
Salah satu gerai yang didatangi petugas, yakni milik Tari.
Tari yang sedang berdagang nasi uduk dengan kaca etalase pecah tampak kaget ketika didatangi petugas TNI.
"Saya ini betulin sendiri, jadi saya pasang plastik dulu biar enggak kemasukan debu," kata Tari saat ditemui di Lokasi.
Tari mengaku bersyukur etalasenya diperbaiki pihak TNI AD.
Dia berharap peristiwa anarkistis tidak terjadi lagi sehingga para pedagang bisa berjualan dengan aman.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa sebelumnya meminta maaf atas tindakan anarkistis yang dilakukan oknum tentara di wilayah Ciracas.
"Pertama, TNI Angkatan Darat memohon maaf atas terjadinya insiden yang menyebabkan korban maupun kerusakan yang dialami oleh rekan-rekan, baik masyarakat sipil maupun anggota Polri yang tidak tahu apa-apa," ujar Andika dalam konferensi pers yang ditayangkan Kompas TV, Minggu (30/8/2020).
Andika mengatakan, pihaknya akan terus mengawal agar dilakukan tindak lanjut atas insiden tersebut.

Selain itu, pihaknya juga akan memberikan ganti rugi.
Mulai dari biaya perawatan rumah sakit hingga kerusakan lain dalam aksi penyerangan tersebut.