Berita Ungaran
Diejek Tak Bisa Ereksi, Kusnun Sodomi Bocah SD di Ungaran Barat Kabupaten Semarang
Kusnun (40) alias Mama Nun alias Mbak Siska warga Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, diringkus anggota Satreskrim Polres Semarang.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kusnun (40) alias Mama Nun alias Mbak Siska warga Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, diringkus anggota Satreskrim Polres Semarang.
Dia diduga melakukan pencabulan terhadap seorang bocah lelaki di bawah umur yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
Tersangka Kusnun (40) saat gelar perkara mengaku tidak memiliki ketertarikan terhadap sejenis.
• Cara Membuat Avatar Facebook, Ubah Tampilanmu Menjadi Keren Seperti Bintang K-Pop Idolamu
• Sudah Tersedia di Gerai Handphone, Ini Harga dan Spesifikasi Oppo A53
• Penipu Tak Sadar Berurusan dengan Anak Presiden, Kaesang Pangarep: Nanti ada yang Ketuk Rumah
• Hotman Paris Izinkan Anaknya Menikah Dengan Nikita Mirzani Tapi Harus Mau Satu Syarat Ini
Perbuatannya itu didorong kekesalan karena diejek tidak bisa ereksi.
"Saya itu tidak tahu apa sodomi.
Saya cuma jengkel karena diejek anak-anak tidak bisa ereksi.
Terus melakukan itu (sodomi) untuk pembuktian," terangnya kepada Tribunjateng.com di Mapolres Semarang, Rabu (2/9/2020)
Kusnun menyatakan tidak ingin menyakiti anak-anak.
Dia juga mengaku masih memiliki ketertarikan terhadap perempuan.
"Perbuatan yang saya lakukan tidak pernah saya rencanakan.
Perbuatan saya juga tidak terinspirasi akibat menonton film porno," paparnya.
Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono mengatakan, kronologi pencabulan berawal saat korban pulang bermain pada 14 Juli 2020 sekitar pukul 15.00 WIB.
"Saat itu pelapor yaitu ayah korban melihat bercak darah pada celana korban setelah buang air ke kamar mandi.
Kemudian ditanyakan penyebab adanya darah itu.
Dari pengakuan korban habis disodomi pelaku," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sodomi-di-semarang.jpg)