Berita Tegal
Nasi Lengko Gang Kimto Tegal, Kuliner Legendaris Sejak 1960
Cita rasa gurih dalam paduan manis, pedas, dan renyah seketika meluber di mulut. Isi dalam satu porsi sebenarnya sederhana.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Cita rasa gurih dalam paduan manis, pedas, dan renyah seketika meluber di mulut.
Isi dalam satu porsi sebenarnya sederhana.
Hanya berisi tahu rebus yang dipotong-potong, irisan mentimun, tauge, bumbu kacang, kerupuk mie, kerupuk biasa, dan kecap.
Namun rasanya menjadi kompleks begitu dikunyah di mulut.
• Pagi Tadi Gudang Mebel di Kudus Terbakar, Gedung PCNU di Sebelahnya Ikut Dilalap Sebagian
• Israel Gempur Suriah dengan Serangan Udara, 11 Orang Tewas
• Anggota TNI Ini Tak Terima Ditegur Agar Berpakaian Rapi Malah Perlihatkan Pistol Ke Satgas Covid-19
• Malaysia Larang WNI Masuk Negaranya Mulai Pekan Depan untuk Cegah Impor Corona
Cita rasa itu dapat Anda nikmati di Nasi Lengko Gang Kimto di Jalan Ahmad Yani, Kota Tegal.
Keberadaannya di Kota Tegal cukup legendaris sejak 1960.
Nasi Lengko Gang Kimto Kota Tegal, juga memiliki ciri khas yang lekat diingatan para pelanggannya.
Dia berjualan di sebuah pintu masuk gang kecil bernama Kimto dan menggunakan gerobak pikulan.
Penjual, Olin (36) mengatakan, Nasi Lengko Gang Kimto kini sudah masuk ke generasi ketiga.
Ia melanjutkan usaha keluarga yang telah dirintis oleh kakeknya Mbah Kasiem, kemudian ibunya Mbah Cas.
"Mulai jualan 1960. Dari dulu memang begini, sudah jadi ciri khas pakai pikulan. Sejak pertama yang jual si mbah," kata Olin kepada tribunjateng.com, Selasa (1/9/2020).
Olin mengatakan, rasa dari nasi lengko sebetulnya hampir sama, yaitu manis dan pedas.
Namun nasi lengko yang ia jual punya rasa khas.
Ia mengatakan, pertama dari sambal kacang buatannya yang miliki rasa pedas gurih yang pas.
Kemudian dari tahu rebus yang dimasak menggunakan tungku kayu bakar.
Olin mengatakan, untuk satu porsi dijual Rp 13 ribu.