Harus Telaten Dalam Membersihkan Luka Diabetes
Luka yang dialami penderita diabetes biasanya mengalami masa sembuh yang lama.
Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Luka yang dialami penderita diabetes biasanya mengalami masa sembuh yang lama dibandingkan dengan luka yang diderita oleh orang sehat pada umumnya. Sehingga luka yang dialami oleh penderita diabetes diperlukan perawatan yang khusus agar tidak menyebabkan kerusakan jaringan tubuh lainnya.
dr. Ivo Devi Kristyani, Sp.B, MSi. Med, FINACS, Sekretaris Ahli Bedah Indonesia Semarang mengatakan bahwa pada penderita diabetes sering kali mengalami gangguan saraf pada bagian tubuh tertentu. Hal itu karena aliran darah yang tidak lancar serta kurangnya kandungan oksigen pada darah yang diedarkan di tubuh. Sehingga menyebabkan saraf-saraf mengalami mati rasa dan sulit menerima rangsangan rasa sakit maupun tekanan.
"Pada orang penderita diabetes tidak merasakan sakit saat menginjak kerikil, sedangkan pada orang sehat akan merasakan sakit. Hal ini bisa membuat luka micro karena penderita tidak merasakan rasa sakit saat tertusuk kerikil" ujarnya beberapa waktu yang lalu.
Menurutnya gejala munculnya luka diabetes biasanya dimulai dengan tanda-tanda adanya benjolan berisi cairan pada tubuh seperti luka terbakar. Benjolan tersebut bisa disebabkan luka tergores yang tidak dibersihkan ataupun luka terbakar yang tidak segera ditangani sehingga menimbulkan radang. Namun oleh penderita diabetes akan dibiarkan karena tidak mengalami rasa sakit, hingga akhirnya menimbulkan bercak merah dan bengkak. Saat bengkak itu pecah akan nampak luka yang parah.
"Biasanya luka-luka itu terjadi pada organ tubuh pada bagian bawah yang mana sering mengalami tekanan maupun bersinggungan dengan hal yang bisa menyebabkan luka, seperti di kaki," katanya.
Dia menambahkan untuk menghindari hal tersebut dapat dicegah dengan menjaga kadar gula darah pada tubuh. Kadar gula darah yang tinggi membuat darah menjadi kental dan membuat kemampuan darah mengikat oksigen menjadi kurang. Hal itu bisa mengurangi kemampuan dari saraf serta membuat kuman menjadi lebih mudah berkembang biak jika terjadi luka.
"Selalu membersihkan bagian bawah tubuh seperti kaki agar tidak ada kuman, dan juga selalu mengenakan alas kaki agar tidak terjadi luka. Alas kaki pun tidak boleh sempit dan tidak boleh keras," tambahnya.
Namun apabila sudah didiagnosa menderita diabetes maka disarankan untuk lebih berhati-hati agar tidak terjadi timbulnya luka. Jika sudah timbul luka maka harus rajin dibersihkan dan melakukan pemeriksaan ke dokter.
"Harus telaten dalam membersihkan luka dan menjaga gula darah. Karena jika tidak telaten dan gula darah lebih dari 200 mg/dl membuat luka menjadi susah sembuh," tegasnya.
Menurutnya dampak dari luka diabetes ini sangat serius jika dibiarkan tanpa ada perawatan. Jika sudah terlanjur parah maka akan dilakukan tindakan pembedahan. Seperti pengangkatan seluruh sel yang mati agar tidak semakin meluas.
"Yang diangkat tidak hanya luka yang nampak rusak saja, namun luka dalam jika ada yang rusak juga ikut diangkat seluruhnya," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-diabetesmm.jpg)