Breaking News:

Virus Corona Jateng

Ada Warga Akan Menikah, Satpol PP Karanganyar Cek Protokol Kesehatan Setelah Muncul Kluster Hajatan

Pengecekan itu untuk mengetahui kesiapan penyelenggara dalam menggelar hajatan di tengah pandemi virus Covid-19

Penulis: Agus Iswadi | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Agus Iswadi
Petugas Satpol PP Karanganyar saat mengecek kesiapan protokol kesehatan di lokasi hajatan. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Petugas Satpol PP Karanganyar mengecek penerapan protokol kesehatan jelang resepsi pernikahan yang diselenggarakan seorang warga di daerah Kecamatan/Kabupaten Karanganyar pada esok hari.

Pengecekan itu untuk mengetahui kesiapan penyelenggara dalam menggelar hajatan di tengah pandemi virus Covid-19.

Berkaca dari kasus sebelumnya yang terjadi di Kebakkramat.

Diketahui sepasang suami istri terkonfirmasi positif virus Covid-19 beberapa hari kemudian setelah menggelar acara ijab kabul.

Kepala Satpol PP Karanganyar, Yophy Eko Jati Wibowo menyampaikan, pengecekan ini untuk memastikan warga telah memenuhi protokol kesehatan sesuai Perbub Nomor 52 Tahun 2020.

Dalam Perbub itu mengatur batas masksimal tamu sebanyak 100 orang, penyediaan fasilitas cuci tangan, pengecekan suhu dan wajib menggenkan masker.

"Kami ingatkan. Thermal gun harus ada. Cuma ada beberapa panitia yang maskernya dicantolkan di leher dan disimpan dalam saku celana. Yang di lokasi tadi kami lihat kursi tamu lebih dari 100," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Jumat (4/9/2020).

Lanjutnya, penyelenggara disarankan untuk menyediakan kursi sesuai aturan jumlah tamu yang telah ditetapkan guna mencegah penyebaran virus Covid-19. Mengingat acara resepsi masih akan dilakukan esok hari, Minggu (5/9/2020).

Dia mengungkapkan, penyelenggara hajatan kerap mengabaikan protokol kesehatan terutama terkait jumlah tamu. Sesuai aturan, warga yang hendak menggelar hajatan harus lapor kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat Kecamatan disertai surat pengantar dari Ketua RT atau RW setempat dan diketahui Polsek serta Koramil setempat.

"Saat mengajukan izin sesuai dengan ketentuan protokol. Tamu masksimal yang duduk sekian, banyu mili. Tapi kenyataannya pada pratiknya ada yang di luar ketentuan," ucap Yophy.

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Purwati menyampaikan, terkait kasus kluster hajatan di Kebakkramat, petugas telah melakukan tracing terhadap 16 orang yang terlibat kontak dengan pasutri itu. Mereka telah menjalani swab dan saat ini menjalani isolasi mandiri sambil menunggu hasil swab.

"Suaminya dari Jakarta, nikah di sini. Selang beberapa hari ada gejala (batuk dan sesak) Kemudian swab mandiri, hasilnya positif. Keduanya. Kemungkinan tertular dari Jakarta," ucapnya. (Ais)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved