Breaking News:

Al Azhar Mesir Kecam Keras Penerbitan Ulang Kartun Nabi Muhammad oleh Charlie Hebdo 

Hal itu juga dinilai mereka, merusak dialog antar-agama dan hidup harmoni di antara masyarakat dengan ragam kepercayaan dan agama

Editor: muslimah
KHALED DESOUKI / AFP
Beberapa orang berjalan di sekitar masjid Al-Azhar di ibu kota Mesir, Kairo yang ditutup pada 20 Maret 2020, setelah otoritas agama Muslim di negara itu memutuskan untuk meniadakan sementara sholat Jumat, untuk menghindari pertemuan dan penyebaran penyakit Covid-19. 

TRIBUNJATENG.COM - Al Azhar mengecam kuat majalah satir mingguan asal Perancis, Charlie Hebdo yang mencetak ulang kartun ofensif Nabi Muhammad pada Rabu kemarin (2/9/2020).

Pihak Observatorium Al Azhar yang memerangi ekstremisme mendesak komunitas internasional untuk "mengambil sikap tegas terhadap pelanggaran terhadap kesucian dan simbol umat Islam".

Melansir Arab News, keputusan penerbitan ulang kartun tersebut memperkuat ujaran kebencian yang memprovokasi terhadap hampir 2 miliar Muslim di dunia.

Jubir Satgas Corona: Penanganan Pandemi Corona bukan Hanya Tugas Pemerintah Tapi juga Masyarakat

Bocah Kembar Albino Wonogiri Nadya dan Nadira Viral Bikin Gemes: Pas Lahir Rambutnya Putih

Viral Bocah Albino di Wonogiri Putri Kembar Kelahiran Rangkasbitung Banten Sering Diajak Selfie

Ini Sejumlah Sektor Perubahan yang Diusung One Krisnata-Muhammad Fajri di Pilkada Klaten 2020

Hal itu juga dinilai mereka, merusak dialog antar-agama dan hidup harmoni di antara masyarakat dengan ragam kepercayaan dan agama.

Sebelumnya pada 2015 lalu Al Azhar juga mengecam keras atas serangan teror dan kriminal di kantor Charlie Hebdo namun tetap mendesak kepada media tersebut untuk bertanggung jawab atas apa yang mereka perbuat dan menghormati kepercayaan orang lain.

Presiden Perancis Emmanuel Macron memberi tanggapan atas pernyataan majalah satir Charlie Hebdo, bahwa mereka bakal mencetak ulang karikatur Nabi Muhammad.

Berbicara dalam kunjungan di Lebanon, Macron menerangkan bahwa adalah bukan tempatnya untuk mengomentari keputusan majalah itu.

"Adalah tidak pada tempatnya Presiden Perancis mengomentari keputusan editorial jurnalistik. Tidak sama sekali. Karena kami mempunyai kebebasan berpendapat," kata dia.

Meski begitu dikutip Reuters Rabu (2/9/2020), Emmanuel Macron menegaskan bahwa warganya harus menunjukkan sopan santun dan sikap saling menghormati dan menghindari "dialog kebencian".

Sebelumnya, majalah Charlie Hebdo menyatakan mereka bakal kembali menerbitkan ulang karikatur Nabi Muhammad yang menjadi kontroversi.

Keputusan tersebut disebut menandai dimulainya sidang terhadap 14 terduga komplotan tiga penyerang dalam insiden 7 Januari 2015. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Al Azhar Mesir Kecam Penerbitan Ulang Kartun Nabi Muhammad oleh Charlie Hebdo

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved