Breaking News:

Pilwakot Solo 2020

Makna Tersirat Baju Lurik yang Dipakai Gibran-Teguh Saat Daftar di KPU, Pemerhati: Bukan Khas Solo

Busana yang dikenakan Bakal Paslon Wali Kota - Wakil Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa saat mendaftar Pilkada Solo 2020

TribunSolo.com/Ryantono Puji Santoso
Selvi Ananda menemani suaminya Gibran Rakabuming Raka di Markas Banteng Jalan Hasanudin Nomor 26, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Jumat (4/9/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Busana yang dikenakan Bakal Paslon Wali Kota - Wakil Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa saat mendaftar Pilkada Solo 2020 mencuri perhatian.

Saat datang ke KPU Solo, mereka kompak memakai busana tradisional model lurik.

Busana tersebut sangat erat dengan budaya Jawa.

Detik-detik Kecelakaan Maut di Jalan Sultan Agung Semarang, Pak RT Nungky Tewas

BREAKING NEWS: Kecelakaan Maut di Jalan Sultan Agung Semarang 2 Truk 2 Motor, 1 Pemotor Meninggal

Viral Bocah Albino di Wonogiri Putri Kembar Kelahiran Rangkasbitung Banten Sering Diajak Selfie

Kondisi Terkini Mbah Hasyim Seusai Berdarah-darah Dipukuli Pria Mabuk di Jalan Pemuda Semarang

Terlebih, Kota Solo juga serat dengan Kota Budaya.

Namun, busana yang dikenakan Gibran - Teguh tersebut bukan berasal dari Solo.

"Sepanjang sumber sejarah yang ada bahwa kain tenun lurik itu sejak zaman Majapahit pada abad 14-15 Masehi," ungkap Pemerhati budaya UNS Solo, Tunjung W Sutirta Jumat (4/9/2020).

"Dari zaman Majapahit kemudian berkembang ke berbagai daerah di Jawa termasuk di Solo dan Yogyakarta," imbuhnya menegaskan.

Kendati demikian, sambung Tunjung, untuk tren lurik sendiri tidak berkembang di Kota Solo.

"Hampir tidak dijumpai sentra produksi kain lurik di Kota Solo," sambung dia.

Ia pun turut berkomentar ikhwal makna lurik yang dipakai Paslon yang diusung PDI Perjuangan itu.

Halaman
12
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved