Breaking News:

Universitas Nasional Karangturi

Kemerdekaan dan Berkarya Sebuah Tantangan Nyata Bagi Generasi Milenial

Bangsa Indonesia baru saja merayakan hari ulang tahun kemerdekaannya yang ke-75

IST
Antonius Christian Wibowo, mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Nasional Karangturi 

Oleh: Antonius Christian Wibowo
Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Nasional Karangturi

BEBERAPA hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 17 Agustus 2020, bangsa Indonesia baru saja merayakan hari ulang tahun kemerdekaannya yang ke-75. Jika menilik sejarah berdirinya negara ini, kemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa ini tidak hanya melibatkan generasi tua saja, tetapi juga generasi muda bangsa. Perjuangan untuk mencapai kemerdekaan Negara Indonesia tidak lepas dari karya-karya yang dihasilkan oleh para generasi muda.

Awal pergerakan kemerdekaan secara nasionalis dimulai semenjak berdirinya organisasi kepemudaan di seluruh penjuru daerah di Indonesia dan saat Kongres Pemuda diselenggarakan. Para pemuda di seluruh penjuru Indonesia mengirimkan perwakilan mereka untuk menghadiri kongres tersebut, hingga pada tanggal 28 Oktober 1928, kongres tersebut menghasilkan sebuah kesepakatan yang berbentuk deklarasi dan ikrar yang saat ini lebih  dikenal dengan sebutan ‘Sumpah Pemuda’. Ikrar yang menyatakan bahwa seluruh masyarakat Indonesia merupakan satu kesatuan dan harus berjuang secara bersama-sama dalam meraih kemerdekaan bangsa ini.

Lagu kebangsaan Indonesia juga diciptakan dan dinyanyikan untuk pertama kalinya pada saat Kongres Pemuda yang kedua. Lagu ‘Indonesia Raya’ karya W. R. Supratman dinyanyikan setelah para pemuda mengucapkan Sumpah Pemuda. Selain itu, golongan mudalah yang mendesak Ir. Soekarno dan Muhammad Hatta untuk segera mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia tanpa campur tangan Jepang.

Generasi muda merupakan salah satu pilar yang menopang bangsa ini, karena generasi mudalah yang akan memimpin Bangsa Indonesia. Setiap karya yang dihasilkan oleh para generasi muda merupakan tolak ukur bagi kemajuan bangsa. Ir. Soekarno sendiri pernah menyatakan dalam salah satu pidatonya, “Berikan aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” Kata-kata ini menyatakan bahwa peran generasi muda bagi setiap bangsa adalah vital, dan setiap orang yang termasuk ke dalam golongan tersebut harus menyadari akan besarnya peranan generasi muda terhadap bangsa ini.

Oleh karena itu, generasi milenial saat ini hendaknya berkontribusi terhadap bangsa dengan membuat sebuah karya yang positif, entah dalam bentuk apapun itu. Banyak hal yang bisa dijadikan sarana bagi generasi saat ini untuk membuat sebuah karya. Apalagi dengan seiring berkembangnya teknologi saat ini, generasi milenial semakin dipermudah untuk membuat sebuah karya yang menarik.

Contoh salah satu karya yang dibuat oleh generasi milenial adalah perusahaan start up seperti Gojek, Traveloka, dan perusahaan-perusahaan lainnya yang dapat mendorong kemajuan ekonomi Indonesia. Kemudian, karya-karya di bidang seni dan budaya ataupun di bidang sains bisa juga digunakan untuk menaikkan pamor Indonesia di mata dunia internasional. Contohnya dalam bidang seni adalah rilisnya film Gundala yang berhasil masuk nominasi dalam festival film internasional di Toronto, Kanada. Dalam bidang sains, para peneliti dan sejumlah mahasiswa Teknik Kimia di ITB telah berhasil mengembangkan sebuah katalis yang dapat mengkonversikan minyak kelapa sawit menjadi bahan bakar nabati.

Banyaknya potensi yang dimiliki oleh generasi muda Indonesia itu sendiri bahkan telah diakui oleh beberapa kalangan di kancah internasional. Hanya saja, berbagai karya tersebut kurang mendapat apresiasi di negeri sendiri. Kurangnya apresiasi yang diberikan oleh masyarakat Indonesia menyebabkan generasi milenial hanya akan terjebak di dalam zona nyaman mereka dan tidak mau berpikir kreatif dalam membuat sebuah karya.

Kurangnya apresiasi dari masyarakat sekitar juga menyebabkan banyak generasi muda yang merasa insecure atau tidak percaya diri dalam membuat sebuah karya. Padahal generasi milenial di Indonesia bisa menjadi pusat perhatian dengan berbagai karyanya yang tergolong gemilang. Contohnya ketika seseorang memposting sebuah karya di akun sosial media mereka, sebagian besar warganet memberikan tanggapan atau kritik negatif yang tidak membangun sehingga orang tersebut menjadi tidak percaya diri dalam membuat sebuah karya kembali.

Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, seharusnya memberikan apresiasi yang lebih terhadap generasi muda yang ingin menyumbangkan idenya demi kemajuan bangsa. Apresiasi tersebut dapat berupa memberikan motivasi kepada para generasi muda atau mungkin memberikan sarana bantuan bagi mereka. Selain itu, masyarakat di sekitar juga perlu memberikan dukungan kepada para generasi muda yang berani untuk membuat sebuah karya.

Selain kurangnya apresiasi, kebanyakan masyarakat Indonesia terlalu fokus untuk membuat sebuah karya yang lebih baik dibandingkan sebelumnya daripada membuat sebuah karya yang berbeda dari yang lain, sehingga meskipun sebagian besar pemuda di Indonesia membuat sebuah karya, karya tersebut menjadi terkesan monoton. Apalagi di era digital seperti saat ini, ribuan jenis karya yang sama telah dibuat oleh orang lain. Panji Pragiwaksono, seorang komika dan juga presenter, pernah berkata dalam salah satu tur stand up comedy miliknya, “Sedikit lebih beda, lebih baik daripada sedikit lebih baik.”

“Kalau lo bikin karya nih, bedanya cuma lebih baik dikit. Orang nggak akan notice. Tapi kalau beda, orang akan … ‘wih apa nih, kok beda gitu’,” paparnya dalam acara tur Stand up Comedy berjudul ‘Juru Bicara’ yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 10 Desember 2016 itu. Panji mengatakan bahwa jika seseorang ingin karyanya dilihat dan dihargai oleh seseorang, paling tidak karya tersebut memiliki perbedaan dibandingkan dengan karya orang lain. Kata-kata dari Panji tersebut bisa menjadi kunci bagi generasi milenial dalam berkarya di masa sekarang. (*)

Selain itu, maraknya kasus plagiatisme karya di Indonesia menyebabkan banyak generasi muda yang merasa tidak percaya diri lagi dalam membuat sebuah karya. Beberapa penulis di sebuah website terkenal seperti Wattpad, tak jarang berisi beberapa karya yang ternyata merupakan hasil plagiatisme karya orang lain. Kata ;merdeka’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memang berarti ‘bebas’ atau ‘tidak terikat dengan suatu apapun’, namun kebebasan tersebut janganlah digunakan dengan semena-mena sehingga menimbulkan kerugian pada orang lain.

Oleh karena itu, kemerdekaan bangsa Indonesia diharapkan menjadi pintu gerbang dan motivasi  bagi generasi muda untuk tetap terus berkarya. Layaknya para pemuda di masa pergerakan yang terus-menerus memberikan ide bagi kemerdekaan bangsa ini, generasi milenial juga memiliki andil untuk memberikan sumbangsih bagi negara ini. []

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved