Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pilkada 2020

Bupati Mirna Akui Gajinya Tak Cukup Bayar Mahar Partai

Bupati Kendal Petahana Mirna Annisa akhirnya memutuskan tak lagi maju dalam Pilkada Kendal 2020. Berikut wawancara khusus dengan Mirna?

Penulis: Erwin Ardian | Editor: Erwin Ardian
Istimewa
Bupati Kendal bersama pendukung tim Persik Kendal di Stadion Kebondalem Kendal beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM - Bupati Kendal Mirna Annisa tak mencalonkan diri lagi dalam pesta demokrasi Pilkada Kendal 2021.

Meski memiliki peluang menang, Mirna memilih mundur dari peta politik Kendal dengan alasannya sendiri.

Apa yang membuat Mirna yakin tak mau maju lagi?

Untuk mendapatkan jawabannya, Tribun Jateng mewawancarai Mirna Annisa.

Info Pemeliharaan Jaringan Listrik PLN ULP Wonogiri 9 September 2020

Info Pemeliharaan Jaringan Listrik PLN ULP Wirosari Rabu 9 September 2020

Viral Harimau Kurus di Bonbin Lamongan Jatim, Pihak Maharani Zoo Buka Suara

Banyak Mahasiswa Kesulitan Susun Skripsi, STIE Bank BPD Jateng Fasilitasi Seminar Virtual

Kalau melihat kembali lima tahun ke belakang, sebenarnya bagaimana awal mula tertarik jadi Bupati?

Sebenarnya waktu itu, bukan keinginan saya pribadi, tapi saya dapat amanah dari pimpinan tertinggi Partai Gerindra agar saya maju dalam pilkada Kendal. Dan waktu itu saya meminta restu dari orangtua dan suami untuk maju.

Bagaimana awal-awal waktu mulai memimpin Kendal?

Jujur, saat pertama saya lebih banyak belajar. Kondisinya masih carut-marut antara ketersediaan anggaran yang terbatas, SDM yang sering tidak ideal, dan besarnya tuntutan masyarakat agar Kendal segera mendunia.

Ibaratnya saya seperti babat alas. Saya sadar banyak orang terusik, karena harus geser sana-sini, dan terus saya pacu demi tuntutan pembangunan yang selama ini seperti stagnan. Saya tahu gaya keras saya memunculkan banyak yang tidak suka.

Apa tantangan yang dihadapi saat masa-masa awal memimpin Kendal?

Tentu saja butuh kerja keras, Banyak yang tidak tahu beratnya menjadi bupati. Setiap hari ratusan pesan masuk ke HP, banyak sekali yang meminta ini itu.

Saya sempat kurang tidur, kurang istirahat, tapi risiko harus saya tanggung, sebagai amanah dari rakyat. Saya sering berucap kepada para ASN, bahwa jabatan Bupati hanya tenaga kontrak (outsourcing), merekalah inti dari pasukan pembangunan.

Bagaimana hasil kerja selama ini?

Alhamdulillah, hampir 100% jalan di Kendal sudah mulus sekarang. Memang masih ada 6% yang harusnya tahun ini selesai, namun karena wabah covid, tertunda di tahun depan. Sebisa mungkin tahun ini tetap diperbaiki walau kurang maksimal.

Selama lima tahun menjalankan amanah dengan kerja keras, hasilnya membanggakan. Banyak sekali indikator pembangunan di Kendal yang mendapatkan penghargaan baik nasional maupun internasional. Sebelumnya itu tak pernah terpikirkan sama sekali.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved