Berita Kendal

Disdikbud Kendal Tahan Simulasi Pembelajaran Tatap Muka hingga Covid-19 Mereda

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal kembali menahan simulasi pembelajaran tatap muka.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Kepala Disdikbud Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal kembali menahan simulasi pembelajaran tatap muka.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi di tengah polemik adanya simulasi pembelajaran tatap muka di sejumlah daerah di Jawa Tengah.

Kata Wahyu, Disdikbud belum akan melakukan simulasi maupun pembelajaran tatap muka dalam waktu dekat.

Saldo Tabungan Puluhan Nasabah Bank di Pekalongan Mendadak Hilang, Ini Penjelasan Aestika

Pelakor Sempat Kejang-kejang Saat Berhubungan Badan dengan Suami Orang, Tak Lama Kemudian Tewas

Tenaga Kesehatan Dibuat Ketakutan saat Seorang Pasien Covid-19 Tiba-Tiba Mengamuk di Rumah Sakit

Update Virus Corona Kota Semarang Jumat 11 September 2020, Kelurahan Krobokan Terbanyak

Hal tersebut berlaku dari sekolah tingkat Paud hingga SMP sederajat selagi kasus covid-19 di Kabupaten Kendal belum mereda.

"Prinsip kita patuhi Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang panduan pembelajaran saat pandemi.

Kita tidak mau melanggarnya, apalagi Kendal masih zona merah," terangnya, Jumat (11/9/2020).

Wahyu menyadari banyaknya orangtua yang menginginkan pembelajaran tatap muka.

Sebagaimana evaluasi pembelajaran yang dilakukan Disdikbud Kendal beberapa waktu lalu, 72 persen orangtua siswa menginginkan pembelajaran tatap muka diaktifkan.

Salah satu faktornya adalah beban yang semakin berat dipikul orangtua siswa saat pembelajaran secara daring maupun luring terus diterapkan

Kata Wahyu, Disdikbud Kendal pun sudah mempersiapkan formula pembelajaran tatap muka manakala siap untuk diterapkan di tengah pandemi.

Hanya saja, pihaknya menunggu perkembangan covid-19 di wilayah sekitar dengan pertimbangan minimal sudah dinyatakan sebagai zona kuning ataupun zona hijau.

"Kalaupun untuk simulasi dengan mendatangkan anak-anak, itu nanti pada saatnya.

Minimal zona kuning atau zona hijau.

Itupun kita harus kordinasi dengan dinas kesehatan dan kepala daerah," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved