Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Prakiraan Cuaca

Suhu Capai 35 Derajat Celcius, Begini Prakiraan Cuaca Kota Semarang Sabtu 12 September 2020

Ia juga menjelaskan mengapa saat mendung atau langit berawan tebal suhu udara justru terasa lebih hangat

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Reza Gustav Pradana
Suasana kawasan Mijen, Kota Semarang pagi hari. 

TRIBUNJATENG.COM - Berikut prakiraan cuaca Kota Semarang pada hari ini, Sabtu (12/9/2020), dari BMKG melalui Stasiun Meteorologi kelas II Ahmad Yani Semarang.

Dari keterangan Forecaster BMKG Triyotomo, langit pada umumnya akan cerah pada siang hari dan cerah berawan pada malam hari.

Angin berhembus dari arah timur menuju selatan dengan kecepatan 10-25 kilometer per jam.

Untuk kelembapan udara berkisar antara 40-75 persen.

Sementara itu, laman prakiraan cuaca memperlihatkan bahwa suhu udara di Kota Semarang bisa mencapai 35 derajat Celcius saat siang.

Suhu udara menurun menjadi sekitar 31 derajat Celcius pada sekitar pukul 16.00 WIB.

Sedangkan suhu menurun lagi hingga 29 derajat Celcius pada sekitar pukul 19.00 dan 27 derajat Celcius pada sekitar pukul 22.00 WIB.

Penting diketahui, sebagian besar Kota Semarang telah memasuki musim kemarau pada Mei Dasarian II 2020 (tanggal 11-20) atau pertengahan Mei 2020 lalu.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Semarang Iis Widya Harmoko mengatakan bahwa untuk musim penghujan di Kota Semarang diperkirakan terjadi pada sekitar akhir Oktober 2020.

“Sedangkan untuk masa peralihan normalnya sekitar satu bulan sebelum masuk musim hujan,” ujarnya kepada Tribunjateng.com, Minggu (6/9/2020).

Saat ini, pada puncak musim kemarau, langit pada umumnya cerah atau hampir tidak ada awan pada sepanjang hari.

Kondisi tersebut menyebabkan energi matahari tidak banyak mengalami halangan untuk masuk permukaan bumi sehingga suhu pada siang hari menjadi terasa lebih hangat.

“Beberapa hari belakangan (langit) hampir tidak ada awan, clear.

Ketika tidak ada perawanan, energi masuk tanpa menghalangi sehingga udara terasa panas dan kering,” ungkapnya.

Sedangkan, lanjutnya, pada malam hari energi yang diserap akan dilepaskan kembali langit dan bisa berlangsung lebih maksimal karena langit yang cerah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved