Breaking News:

Berita Purworejo

Dampak Corona, Prosesi Jamasan Museum Tosan Aji Purworejo Digelar Bertahap

Bulan Suro (dalam penanggalan Tahun Jawa), menjadi momen Museum Tosan Aji Purworejo untuk tetap melakukan jamasan terhadap pusaka-pusaka koleksinya.

DOK. DISPARBUD PURWOREJO
TRADISI JAMASAN - Bupati Purworejo, Agus Bastian SE MM, menyerahkan secara simbolis pusaka keris peninggalan Bupati Purworejo I, RAA Cokronegoro I, kepada jurus jamas Teguh Wahyu Kuntoro, Jumat (11/09/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOREJO - Bulan Suro (dalam penanggalan Tahun Jawa), menjadi momen Museum Tosan Aji Purworejo untuk tetap melakukan jamasan terhadap pusaka-pusaka koleksinya.

Hanya saja, tahun ini prosesi mencuci pusaka tersebut tak disaksikan masyakat luas akibat pandemi Covid-19.

Sebanyak 1.138 pusaka koleksi museum, ditambah pusaka milik masyarakat, dijamas pada prosesi yang dipusatkan di pendopo kabupaten dan halaman museum, Jumat (11/9/2020) lalu.

Hakim PN Purworejo Vonis Raja Keraton Agung Sejagat KAS 4 Tahun dan Ratu Fanny 1,5 Tahun Penjara

Perawat Semarang Tewas Kecelakaan Tabrak Truk Mogok, Sopir Ditetapkan Tersangka

Geger Mayat Bayi Prematur Mulut Disumbat Tisu, Nelayan Mengira Hanya Boneka

Penampakan Anggrek Paling Langka di Dunia yang Ditemukan Tak Sengaja, Lokasinya Dirahasiakan

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Purworejo, Agung Wibowo AP mengungkapkan, jamasan tosan aji bertujuan melestarikan budaya sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana cara merawat pusaka.

“Namun, karena masih dalam masa pandemi Covid-19, agenda yang dinanti-nanti masyarakat ini disiarkan secara virtual melalui media sosial,” ungkapnya kepada Tribun Jogja, seusai prosesi jamasan.

Sebelum dijamas, secara simbolis pusaka diserahkan Bupati Purworejo, H Agus Bastian SE MM kepada juru jamas Teguh Wahyu Kuntoro.

Lalu, pusaka diarak dari rumah dinas bupati menuju halaman Museum Tosan Aji, diiringi para pengawal yang berpakaian ala prajurit Keraton.

Agung menyebutkan, ada lima pusaka yang dijamas secara simbolis.

Kelimanya merupakan peninggalan Bupati Purworejo pertama, RAA Cokronegoro I.

“Kelima pusaka peninggalan itu, yakni keris Tilam Upih berwujud pamor kulit semangka yang telah berumur 350 tahun.

Halaman
12
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved