Breaking News:

Syekh Ali Jaber Ditusuk

Respons Jokowi Soal Penusukan Ulama Syekh Ali Jaber Saat Isi Pengajian di Lampung

Pemerintah akan kembali mengusut kasus-kasus penganiayaan tokoh agama dengan tersangka yang diduga alami gangguan jiwa dalam kurun waktu sekira 2016

Agus Suparto/Fotografer Kepresidenan
Presiden Joko Widodo ( Jokowi) pada Kamis (25/6/2020) pagi, bertolak menuju Jawa Timur. Ini adalah pertama kalinya Jokowi melakukan kunjungan kerja di masa new normal atau tatanan baru pandemi virus corona Covid-19. 

TRIBUNJATENG.COM - Pemerintah akan kembali mengusut kasus-kasus penganiayaan tokoh agama dengan tersangka yang diduga alami gangguan jiwa dalam kurun waktu sekira 2016 sampai 2018.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengatakan ia telah mendapatkan pesan dari Presiden Joko Widodo untuk melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Polri, Badan Intelijen Negara (BIN) untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus-kasus tersebut.

Mahfud mengatakan hal itu di antaranya karena ada pola yang sama yakni tersangka pelakunya diduga mengalami gangguan jiwa dan kasusnya tidak diusut dengan tuntas.

Mamah Muda Pegawai Bank Tiga Kali Jadi Korban Remas Payudara, Sang Anak Menangis Histeris

Heboh Penemuan Mayat Pria Korban Mutilasi di Apartamen Kalibata City Jakarta, Pelaku Seorang Wanita

Heboh Tawuran Perempuan di Bandarharjo Semarang, Polisi: Motifnya Masalah Cinta

Groundbreaking Pembangunan Ducting di Tugu Muda, Hendi Ingin Semarang Tertata Rapi

Hal itu disampaikan Mahfud di bandara Internasional Minangkabau, Padang pada Rabu (16/9/2020).

"Bahkan saya mendapat pesan dari Pak Presiden untuk mengajak instansi terkait. BNPT, seperti Polri, BIN, untuk menjejak juga. Selama 2016, 2017, 2018 ada kasus seperti ini, selalu modusnya sama, yaitu katanya sakit jiwa lalu hilang kasusnya. Nah sekarang ini sudah diselidiki lagi," kata Mahfud.

Selain itu Mahfud menduga kasus penganiayaan terhadal tokoh agama baik kyai maupun ulama yang pernah terjadi dalam kurun waktu tersebut diorganisir oleh pihak yang sama.

Dugaan tersebut diperkuat di antaranya dengan temuan hasil investigasi jurnalistik yang menyebutkan penganiaayan terhadap tokoh agama tersebut memiliki pola yang sama.

Pola berdasarkan hasil investigasi jurnalistik tersebut, kata Mahfud, di antaranya pelaku diduga mengalami gangguan jiwa, selalu tinggal sekira 300 sampai 500 meter dari tempat kejadian, dan kemudian pernah ditemui oleh seseorang.

"Yang dulu itu jangan-jangan ini diorganisir oleh orang yang sama. Kita juga membaca ini diorganisir oleh orang yang sama," kata Mahfud.

Mahfud juga menegaskan akan membawa pelaku penusukan pendakwah Syekh Ali Jaber di Bandar Lampung pada Minggu (13/9/2020) lalu, Alfin, ke pengadilan.

Halaman
12
Editor: galih permadi
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved