Berita Banjarnegara
Ruwat Rambut Gembel Dieng di Tengah Pandemi Covid-19 Berlangsung Sederhana
Prosesi potong rambut gimbal menjadi sajian penutup Dieng Culture Festival 2020 di komplek Rumah Budaya Dieng, Kamis (17/6).
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Prosesi potong rambut gimbal menjadi sajian penutup Dieng Culture Festival 2020 di komplek Rumah Budaya Dieng, Kamis (17/6).
Meski hanya diikuti oleh tiga anak berambut gimbal, ritual tersebut tetap sakral.
Protokol kesehatan diterapkan selama kegiatan berlangsung.
• BREAKING NEWS: BBPOM Gerebek Rumah di Kuala Mas Semarang, Ditemukan 769.595 Obat Pelangsing Ilegal
• Brigjend TNI Susilo Lulusan SMAN 1 Lasem Rembang Ini Kini Jadi Pejabat di Kostrad
• Suami Merantau, Tante Cantik Terpikat Berondong hingga Hamil, Janin Dikubur di Kebun Mete
• Sempat Tak Punya Kerjaan hingga Numpang di Rumah Ruben Onsu, Kenta Kini Harus Cabut
Mereka yang sebagian berpakaian adat Jawa mengenakan pelindung wajah, baik face shield maupun masker selama prosesi berlangsung.
Sesepuh Adat Dieng, Mbah Sumanto mengatakan pandemi Covid-19 membuat prosesi pemotongan rambut gimbal dilakukan secara sederhana.
Tetapi kesederhanaan acara itu tetap tidak mengurangi makna.
Urutan prosesi dari ruwatan sampai pemotongan rambut pun dilakukan secara lengkap.
Bahkan, sebelum dilaksanakan pemotongan rambut gimbal, sesepuh adat melakukan ritual laku lampah atau napak tilas ke tempat-tempat yang dikeramatkan.
"Prosesi dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Hanya biasanya pemotongan rambut gimbal dilaksanakan di Candi Arjuna, untuk kali ini digelar secara terbatas di komplek Rumah Budaya Dieng," katanya, Kamis (17/9)
Tiga anak yang dipotong rambutnya dalam prosesi pemotongan rambut gimbal seperti biasa memiliki permintaan yang harus dipenuhi.
Ada yang meminta handphone, tablet, kalung, bahkan ada yang hanya meminta makanan buntil dan bakso.
Di prosesi itu, Mbah Sumanto juga tidak lupa menyematkan doa untuk keselamatan bangsa dan masyarakat Indonesia.
Dia berharap mewabahnya Covid 19 di seluruh negeri segera berakhir sehingga keadaan bisa kembali normal seperti sedia kala.
Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin mengapresiasi berjalannya DCF di tahun ini di tengah pandemi.
Meski dengan digelar secara sederhana secara terbatas dan virtual, tetapi acara bisa berjalan sukses dan lancar hingga selesai.
"Masyarakat akan mengenang semangat DCF yang digelar di tengah pandemi Covid 19 ini," ujarnya
Wabup mengatakan, secara kuantitas anak berambut gimbal yang mengikuti DCF tahun ini jumlahnya lebih sedikit dari gelaran sebelumnya.
Akan tetapi, untuk kualitas prosesi dinilainya masih tetap sama, serta dikemas dengan baik dan khidmat.
"Pada gelaran yang lalu lebih dari 10 anak mengikuti prosesi potong rambut gimbal, sedangkan untuk tahun ini hanya tiga orang anak yang dipotong rambutnya," terangnya
• Dewan Pengawas Temukan Ada Rekanan Jadi Mafia Proyek di PDAM Kudus
• Bupati Purbalingga Sebut Relawan PMI Harus Bekerja dengan Hati yang Ikhlas
• BREAKING NEWS : 1 Pejabat Eselon 2 Pemkot Salatiga Positif Covid-19
• Bek PSIS Semarang Wallace Costa Alves Cuma Latihan Lari 2 Hari Terakhir, Ini Kata Dragan Djukanovic
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/prosesi-pemotongan-rambut-gimbal-di-komplek-rumah-budaya-dieng.jpg)